WartaKota/

Menginap di Rumah Tua Belanda di Tengah Perkebunan Teh Lumajang

Di Perkebunan Teh Kertowono, Lumajang ada rumah peninggalan Belanda berusia seabad lebih yang disewakan. Mau coba menginap disana?

Menginap di Rumah Tua Belanda di Tengah Perkebunan Teh Lumajang
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO
Rumah peninggalan Belanda di area Perkebunan Teh Kertowono, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/5/2017). Wisatawan bisa menyewa rumah peninggalan Belanda itu dengan biaya Rp 450.000 per malam. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Siapa sangka Perkebunan Teh Kertowono punya rumah-rumah peninggalan Belanda yang telah berusia lebih dari satu abad tepatnya tahun 1910.

Serunya lagi wisatawan bisa menginap di rumah-rumah peninggalan Belanda itu.

KompasTravel sempat menginap di rumah-rumah Belanda yang ada di Perkebunan Teh Kertowono.

Rumah-rumah peninggalan Belanda punya beberapa kamar yang bisa diinapi oleh wisatawan yang tengah berlibur di Perkebunan Kertowono.

Arsitektur rumah peninggalan Belanda terasa kental. Salah satunya terlihat dari banyaknya jendela dan bentuk jendela yang besar.

Lantai rumah masih didominasi dengan tegel-tegel polos. Sementara dinding rumah hanya satu warna yaitu putih dan ditemani warna coklat pada jendela serta atap.

Suasana penginapan rumah Belanda di Perkebunan Teh Kertowono terbilang nyaman. Hawa sejuk terasa dan panorama hijau bisa terlihat.

Adapula pabrik peninggalan Belanda di dekat rumah Belanda.

Rumah yang KompasTravel inapi bernama "Wisma Theobroma".

Ada beberapa rumah yang biasa disewakan untuk wisatawan dengan fasilitas seperti kamar mandi, televisi, kamar tidur, selimut, ruang tamu, dan dapur. 

Halaman
123
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help