WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Lakukan Pemeriksaan Instalasi Listrik untuk Cegah Korsleting dan Kebakaran

PT KAI dan PT KCJ mohon maaf yang sebesar besarnya atas peristiwa ini, yang menyebabkan terganggunya pelayanan kepada penumpang.

Lakukan Pemeriksaan Instalasi Listrik untuk Cegah Korsleting dan Kebakaran
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kebakaran di Stasiun Klender karena diduga terjadi korsleting arus listrik. 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Kepala Seksi Pengedali Kebakaran dan Penyelamatan Sudin Damkar Jakarta Timur, Gatot Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya tidak ada kesulitan, saat memadamkan api di Stasiun Klender, tadi pagi.

Hanya saja, jalan yang sempit serta macet membuat mobil damkar sulit masuk.

"Tidak ada kendala tadi hanya saja tadi karena lokasi macet dan jalur sempit sehingga akses lebih lama, namun untuk kebutuhan air tidak ada masalah karena kami melakukan pengisian air dengan damkar yang baru tiba, sehingga pasokan tidak kurang," katanya, saat dihubungi Warta Kota, Jumat (19/5/2017).

Kurang lebih 45 menit petugas damkar berjibaku memadamkan api di kantor stasiun klender, menurut informasi yang didapat, menurut Gatot, titik api sendiri berawal dari toilet, lalu api membesar hingga merembet ke bangunan yang lain.

Selain itu Gatot menambahkan bahwa bahwa stasiun klender memang tidak memiliki hidran, namun di stasiun tersebut sudah tersedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Namun, ia tidak mengetahui pasti berapa APAR yanh dimiliki oleh stasiun Klender.

"Ini kan bangunannya kecil, sehingga memang tidak diwajibkan adanya hidran, tapi tadi mereka sudah berupaya mengunakan APAR untuk memadamkan api," katanya.

Menurutnya, dalam penggunaan hidran memang harus disesuaikan dengan kebutuhan seperti bangunan yang memang cukup luas.

Gatot menambahkan, setiap stasiun harus melakukan mengecek terhadap instalasi listrik yang ada sehingga kebakaran akibat konsleting listrik tidak terjadi.

Pada Jumat, tanggal 19 Mei 2017, telah terjadi kebakaran di Stasiun Klender.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help