WartaKota/

Hebat, Penambang Belerang Ijen Menabung Setahun dan Membangun Homestay

Penambang belerang di Kawah Ijen menabung dan mampu membangun homestay yang meningkatkan penghidupannya.

Hebat, Penambang Belerang Ijen Menabung Setahun dan Membangun Homestay
KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Ali (kaos putih) bersama ayahnya di depan homestay miliknya. Mereka adalah keluarga penambanh belerang yang mendirikan homestau untuk wisatawan yang berkunjung ke Gunung Ijen. 

Model rumah panggung menurut Ali adalah ide dari ayahnya yang pernah bekerja sebagai buruh bangunan di Kalimantan. Selain itu, di bagian bawah juga masih bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

"Akhirnya 10 kamar jadi dan kami bersyukur sekali. Tapi saat dibuka pertama kali baru tiga kamar yang dibuka karena untuk kamar lain belum ada kasurnya," kenang Ali sambil tertawa.

Ia kemudian harus kembali menambang belerang untuk bisa membeli perabotan dalam untuk homestay-nya.

Kenekatan Ali membangun homestay sempat mendapatkan cibiran dan tetangga sekitar.

Mereka mempertanyakan, jika bangun homestay, siapa yang akan mau menginap karena rumah mereka berada di tengah kebun dengan akses jalan yang rusak.

Ali kemudian dibantu oleh rekan travelnya untuk memasarkan homestay-nya dari mulut ke mulut.

Dia kemudian dibantu juga untuk memasarkan secara online di media sosial. Ali mematok harga Rp 165.000 per malam dan tamu mendapatkan sarapan.

Pelan tapi pasti, homestay keluarga penambang semakin dikenal oleh banyak orang.

Apalagi lokasinya berada di pinggir hutan dan banyak disukai oleh wisatawan asing.

"Alhamdulilah sekarang sudah terlihat hasilnya. Bahkan saya pernah terima tamu sampai 44 orang. Jadi bukan hanya di homestay ini tapi juga di kamar di rumah saya dan adik-adik. Kita ngungsi di rumah bapak," kata lelaki yang fasih berbahasa Iggris ini sambil tertawa.

Halaman
1234
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help