WartaKota/

Hebat, Penambang Belerang Ijen Menabung Setahun dan Membangun Homestay

Penambang belerang di Kawah Ijen menabung dan mampu membangun homestay yang meningkatkan penghidupannya.

Hebat, Penambang Belerang Ijen Menabung Setahun dan Membangun Homestay
KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Ali (kaos putih) bersama ayahnya di depan homestay miliknya. Mereka adalah keluarga penambanh belerang yang mendirikan homestau untuk wisatawan yang berkunjung ke Gunung Ijen. 

"Setelah pembicaraan dengan tamu tersebut saya berkali-kali mikir, apa iya saya bisa mendirikan homestay. Modalnya dari mana. Akhirnya saya ngomong sama bapak dan keluarga besar saya. Kebetulan di bagian belakang rumah bapak ada tanah warisan akhirnya kami sepakat untuk mendirikan homestay," jelasnya.

Niatnya semakin kuat ketika dia mengalami kecelakaan saat bekerja menambang belerang.

Bagian kaki dan punggungnya luka sehingga tidak lagi sekuat dulu. Jumlah belerang yang diangkut pun semakin sedikit.

Selain itu, dia juga melihat kondisi ayahnya yang semakin tua tapi tetap bekerja sebagai penambang.

Selama setahun, Ali dan ayahnya Saryono (57) bekerja keras dengan menambang belerang hampir setiap hari untuk mengumpulkan modal membangun homestay.

Hingga saat dirasa tabungannya cukup, mereka mulai membuat pondasi homestay yang berbentuk rumah panggung.

"Untuk kayu milik kami sendiri, dan tenaganya ya kami sekeluarga yang bangun. Habis menambang kami kerja kerja bakti bangun homestay ini. Setahun lebih pokoknya. Jika dapat Rp 100.000, yang 50 (ribu) untuk makan yang 50 (ribu) ditabung bareng-bareng untuk modal rumah," jelas Ali.

Ia mengatakan, satu kilogram belerang untuk trip pertama dihargai Rp. 925. Sedangkan trip kedua dihargai Rp 1.025 per kilogram.

Sekali angkut, terkadang, dia mendapatkan uang bayaran maksimal Rp 150.000.

Penambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut.
Penambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

"Tapi kerjanya berat. Kami terkadang harus memanggul satu kwintal belerang naik turun gunung. Harga trip satu sama trip dua memang beda untuk semangat aja biar bisa bawa belerang lebih banyak," katanya.

Halaman
1234
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help