WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Paulus Tannos Bersaksi via Telepon karena Pernah Diserang Diduga Anak Tommy Winata

Ia merasa, serangan diterima terkait permasalahan suplai chip yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.

Paulus Tannos Bersaksi via Telepon karena Pernah Diserang Diduga Anak Tommy Winata
Warta Kota/istimewa
Saksi e-KTP terancam dihabisi diduga oleh anak TW. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Paulus Tannos, Direktur PT Sandipala Arthaputra memberikan kesaksiannya di lanjutan persidangan e-KTP melalui via telepon.

Paulus enggan pulang lantaran dirinya merasa terancam terkait serangan yang pernah ia terima pada bulan Februari 2012.

Ia merasa, serangan diterima terkait permasalahan suplai chip yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.

Konflik berawal saat chip yang dipesan Paulus melalui Oxel System Ltd, ternyata tidak bisa digunakan lantaran hanya bisa dibaca di sistem yang dipakai untuk Surat Izin Mengemudi (SIM) Polri.

Oxel merupakan perusahaan milik Andi Winata, putra dari taipan Tommy Winata.

Lantaran tak sesuai, Paulus enggan memenuhi kewajiban membayar.

"Rumah saya diserang bulan Februari 2012, karena ada masalah dengan chip yang saya pesan dari STM melalui Oxel," ujar Paulus melalui telepon di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Kamis (18/5/2017).

Chip tidak dapat dipakai untuk e-KTP karena software yang dimasukkan perusahaan untuk proyek Surat Izin Mengemudi Polri, sehingga ada persilisihan dengan Andi Winata, anak Tommy Winata.

"Tiba-tiba rumah saya diserang, saya ingin dibunuh. Saya mohon maaf harus melakukan melalui teleconference, tapi karena keselamatan jiwa, terpaksa saya melakukannya di Singapura," katanya.

Konflik tersebut pula yang menjadikan Paulus saat ini ditetapkan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang).

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help