WartaKota/

Kereeen, Ternyata Ada Museum Nyamuk Loooh, Disini Tempatnya

Untuk mengunjungi museum ini, biayanya juga terjangkau. Menurut Aryo, untuk masyarakat dikenakan biaya antara Rp 3-10 ribu.

Kereeen, Ternyata Ada Museum Nyamuk Loooh, Disini Tempatnya
Tribun Jogja
Peneliti dari Balitbang Kemenkes, Aryo Ginanjar menunjukkan koleksi museum Nyamuk Pangandaran di Pameran Koleksi Unggulan Museum DIY dan Nusantara di Jogja City Mall, Rabu (17/5/2017) 

WARTA KOTA, JAKARTA - Nyamuk merupakan binatang yang menjadi momok di masyarakat karena menularkan banyak penyakit berbahaya misalnya demam berdarah, malaria, hingga kaki gajah.

Namun demikian, ternyata ada museum yang dikhususkan untuk menyimpan dan meneliti berbagai jenis nyamuk yang ada di Indonesia.

Museum Nyamuk di Pangandaran adalah museum yang relatif baru dan membawa sejumlah fakta menarik tentang nyamuk, misalnya saja nyamuk yang bisa diternakkan.

Museum biasanya dikhususkan untuk menyimpan dan merawat berbagai benda peninggalan sejarah. Namun ternyata, ada museum yang isinya tak melulu berupa barang antik namun binatang kecil mematikan bernama nyamuk.

Adalah Museum Nyamuk Pangandaran yang memiliki koleksi tak lazim berupa puluhan spesies nyamuk yang mendiami berbagai penjuru wilayah Indonesia.

Di museum ini pengunjung bisa melihat nyamuk-nyamuk tersebut diawetkan dan dipajang dengan bentuk dan ciri khas masing-masing.

Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) kementrian Kesehatan (kemenkes) RI, Aryo Ginanjar mengatakan, nyamuk merupakan serangga yang pintar beradaptasi.

Tak heran keberadaannya cukup merata di Nusantara. Selain itu, setiap tahunnya hampir selalu ditemukan spesies baru nyamuk di berbagai daerah.

"Sebab, nyamuk hewan yang bisa bermutasi. Karena itu setiap tahun biasanya ada spesies baru yang ditemukan," katanya di sela Pameran Koleksi Unggulan Museum DIY dan Nusantara di Jogja City Mall, Rabu (17/5/2017). Dalam pameran yang berlangsung pada 17-21 Mei ini puluhan museum dari DIY dan berbagai daerah lain di Indonesia memamerkan koleksinya. Pameran dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Aryo melanjutkan, meski ada beberapa nyamuk yang dianggap tidak menularkan penyakit, namun pada dasarnya semua nyamuk bisa membawa penyakit berbahaya.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help