WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Firza Dicekal Selama Enam Bulan ke Depan

Pihak kepolisian mencekal Firza Husein, tersangka dugaan kasus konten pornografi pada percakapan via Whats App, 'baladacintarizieq', dengan Rizieq Sh

Firza Dicekal Selama Enam Bulan ke Depan
Tribunnews.com
Firza Husein beserta pengacara Aziz Yanuar (kiri) tiba di Krimsus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/5/2017). Firza terbelit kasus konten pornografi dalam percakapan via WhatsApp yang diduga melibatkan dirinya dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, BALAI KOTA --  Pihak kepolisian mencekal Firza Husein, tersangka dugaan kasus konten pornografi pada percakapan via Whats App, 'baladacintarizieq', dengan Rizieq Shihab.

Pencekalan tersebut, berlaku pada enam bulan kedepan.

"Jadi hari ini dari dDitreskrimsus PMJ (Polda Metro Jaya) mengeluarkan surat pencekalan. Artinya mengirimkan surat pencekalan terhadap tersangka FH (Firza Huseon) ke imigrasi, berlaku enam bulan kedepan," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/5/2017).

Pihak kepolisian berharap, dengan keluarnya surat pencekalan tersebut, Firza tidak bepergian ke luar negeri.

Sementara, pihak kepolisian juga berharap, agar Rozieq segera kembali ke Indonesia agar bisa dilakukan pemeriksaan.

"Tentunya untuk yang sekarang ini kita lakukan pemberkasan untuk tersangka FH dulu. Setelah kita selesai baru kita ajukan ke penuntut umum sambil menunggu pak Rizieq kembali ke tanah air. Dan kita yakin yang bersangkutan akan pulang ke tanah air," katanya.

Selain itu, pihak kepolisian menepis bahwa melakukan tekanan kepada Kal Emma atau Fatimah.

Hal tersebut bisa dibuktikan selama proses penyidikan, pihaknya melakukan perekaman melalui CCTV.

"Jadi berkaitan dengan palaksanaan penyidikan, semua saksi dan tersangka, di PMJ ini semua dilakukan dengan CCTV. Dan kemudian juga kita bisa melihat orang lain bisa melihat gitu," katanya.

Artinya pengawas bisa dilihat, apakah di dalam penyidikan ini ada penekanan atau tidak.

Dalam proses penyidikan tersebut, lanjutnya, berdasarkan keterangan yang ada penyidik mengajukan pertanyaan dan saksi menjawab.

"Jadi ada interaksi seperti itu, yang ditanyakan apa kemudian dijawab apa kemudian kita ketik kita tulis disitu. Jadi tidak benar ada penekanan disitu," katanya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help