Satu dari Lima Santri Ponpes di Depok yang Hilang Terseret Ombak Berhasil Ditemukan

Korban ditemukan dalan kondisi meninggal dunia. Jenasah santri yang berhasil ditemukan itu adalah atas nama Faisal Ramadhan, warga Sukmajaya, Depok.

Satu dari Lima Santri Ponpes di Depok yang Hilang Terseret Ombak Berhasil Ditemukan
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Satu dari lima santri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok yang hilang, karena terseret ombak di Pantai Cidora, Desa Rancabuaya, Kecamatan Purbayani, Garut, Jawa Barat, Selasa (16/5/2017), akhirnya berhasil ditemukan Tim Sar, Rabu (17/5/2017) sore.

Korban ditemukan dalan kondisi meninggal dunia. Jenasah santri yang berhasil ditemukan itu adalah atas nama Faisal Ramadhan, warga Sukmajaya, Depok.

Hal itu dikatakan Sekertaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Iwan Ruswanda kepada Warta Kota, Rabu.

"Alhamdulillah sudah ditemukan satu orang jam 15.00 tadi, dalam kondisi meninggal. Yang berhasil ditemukan atas nama Faisal Ramadhan," kata Iwan.

Menurut Iwan sampai Rabu sore ini jenasah masih ada di Garut dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk divisum.

Pihaknya sampai kini belum tahu apakah jenasah akan langsung dibawa ke rumah suka di Depok atau disemayamkan dulu di sana.

Yang jelas kata Iwan, sejak Rabu pagi sudah ada keluarga korban di lokasi hilangnya para santri itu dengan didampingi pihak Pondok Pesantren.

Pihaknya kata Iwan juga telah mengirimkan enam ambulan ke Pantai Desa Rancabuaya, Garut, untuk mengevakuasi korban.

"Kami sudah sediakan dan kirim ambulan ke sana," katanya.

Ia menjelaskan lima santrinya yang hilang tergulung ombak, yakni Rizal Amrullah dari Tangerang, Wisnu Dwi (Depok), Faizal Ramadhan (Depok), M. Syaifullah Adbul Aziz (Bandung) dan Khalid Abdulah Hasan (Bekasi).

"Faisal Ramadhan sudah ditemukan. Berarti tinggal 4 santri kami yang masih hilang," katanya.

Iwan menuturkan awalnya ada 23 santri yang berangkat ke pantai itu, untuk karya wisata setelah menempuh ujian nasional dan Tahfidzul Quran, Senin (15/5/2017) kemarin.

Dari 23 santri, 13 orang kemudian berenang dan semuanya tergulung ombak besar yang tiba-tiba datang, Selasa sore.

Delapan orang bisa diselamatkan. Tapi, lima orang yang ikut tergulung ombak hilang.

Sejak Rabu pagi Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved