Ibunda Anak yang Terseret Ombak Hanya Bisa Berdiri di Tepi Pantai Selatan

Nurhayani mengaku itu adalah ungkapan kerinduannya kepada anaknya yang sudah tiga tahun belakangam tinggal di Pondok Pesantren Hidayatullah.

Ibunda Anak yang Terseret Ombak Hanya Bisa Berdiri di Tepi Pantai Selatan
Kompas.com/ Ari Maulana Karang
Nurhayani tampak menangis seusai menulis ungkapan kerindungan kepada anaknya, Wisnu yang hilang di pantai selatan Garut, Rabu (17/5/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Mata Nurhayani yang berkaca-kaca terus saja menatapi lautan mencari keberadaan anak keduanya Wisnu Dwi Airlangga.

Wsinu adalag salah satu siswa Mts Hidayatullah Depok yang hilang ditelan ombak pantai selatan di Pantai Cidora, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin pada Selasa (16/05/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Seperti dilansir Kompas.com, sejak menginjakkan kakinya di Pantai Cidora Rabu (17/05/2017) pagi, Nurhayani, warga Jalan Margonda, Depok, ini penyusuri Pantai Cidora dengan bertelanjang kaki sambil matanya tetap menatapi lautan.

Ungkapan kesedihan dan kerinduan Nurhayani kepada anak keduanya dicurahkan dalam sebuah tulisan di pasir pantai.

"Wisnu Dwi A Pulanglah Nak", tulis Nurhayani dengan menggunakan sebatang kayu yang didapatnya di pinggir pantai.

Tidak lama kemudian tulisan tersebut hilang tersapu ombak yang mulai membesar.

Begitu ditanya maksud dari tulisannya, Nurhayani mengaku itu adalah ungkapan kerinduannya kepada anaknya yang sudah tiga tahun belakangam tinggal di Pondok Pesantren Hidayatullah.

"Ini ungkapan kerinduan saya, karena sejak masuk pesanten jarang bertemu," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Nurhayani mengaku, tidak memiliki firasat apapun saat anaknya meminta izin pergi ke Garut pada acara perpisahan di sekolahnya.

Saat ini, ia hanya bisa berharap yang terbaik untuk anaknya.

Halaman
12
Editor: murtopo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help