Beda Jalan Hizbut Tahrir dan ISIS

Hizbut Tahrir dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), sama-sama mengusung gagasan khilafah, atau kepemimpinan umum sesuai ajaran Islam.

Beda Jalan Hizbut Tahrir dan ISIS
ISTIMEWA
Logo Hizbut Tahrir Indonesia

WARTA KOTA, PALMERAH - Hizbut Tahrir dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), sama-sama mengusung gagasan khilafah, atau kepemimpinan umum sesuai ajaran Islam.

Pengamat terorisme Ridlwan Habib mengatakan, Hizbut Tahrir di seluruh dunia termasuk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mengusung konsep tersebut dengan jalan dakwah. Mereka menyosialisasikan gagasan tersebut dengan cara yang relatif lebih damai dari ISIS.

"HTI konsepnya adalah sosialisasi paham khilafah agar diterima dengan sadar, dengan cara cara damai. Konsep mereka, jika masyarakat suatu negara setuju dengan paham khilafah, otomatis sebuah negara bisa berubah menjadi negara yang pro khilafah," ujarnya saat dihubungi.

Baca: Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia: Kami Tidak Pernah Membahas Pancasila

Sementara, ISIS mengusung gagasan tersebut dengan jalan kekerasan. Mereka akan menempuh perang untuk melawan siapa pun yang tidak setuju dengan pendirian kekhalifahan tersebut. Hal itu juga yang membuat ISIS pantas dikategorikan sebagai kelompok penebar teror.

ISIS sudah menunjuk khalifah atau pemimpin di kekhilafahan mereka, yakni Abu Bakr Al Baghdadi. Siapa pun yang tidak setuju dengan konsep kekhilafahan, atau bahkan tidak setuju dengan penunjukan Abu Bakr Al Baghdadi, akan dilawan dengan jalan kekerasan.

"Sementara HTI belum ada khalifah-nya," imbuh Ridlwan.

Baca: Sama-sama Bertujuan Mendirikan Kekhalifahan, Ini Beda HTI dengan ISIS

ISIS adalah salah satu kelompok yang sudah diperangi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Sedangkan HTI, menurut Ridlwan kader-kader partai pembebasan itu harus disadarkan tentang ajaran Islam, dan konsep kenegaraan yang ideal.

Sebab, jika pemerintah hanya menempuh kebijakan pembubaran, dikhawatirkan kebijakan itu justru mendulang simpati yang lebih banyak lagi oleh masyarakat terhadap HTI. (*)

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help