WartaKota/

Pesona Candi Borobudur yang Tak Pernah Pudar

Malam itu, lampion yang dilepaskan berjumlah 1.999 buah. Tua, muda, anak-anak, dan remaja tumpah ruah di Lapangan Aksobya.

Pesona Candi Borobudur yang Tak Pernah Pudar
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Lampion yang diterbangkan difoto dengan kecepatan rendah menjelang perayaan Waisak 2561 BE/2017 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (10/5) malam. 

WARTA KOTA, MAGELANG -- Candi Borobudur berdiri agung di bawah siraman sinar bulan purnama, Rabu (10/5) malam.

Ratusan lampion yang dilepaskan ke udara membubung ke angkasa, membawa serta doa dan harapan yang dilantunkan sepenuh hati.

Kelak, doa dan harapan itu akan kembali, mewujud dalam kenyataan.

Wisatawan asing turut menerbangkan lampion.
Wisatawan asing turut menerbangkan lampion. (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

Kompleks Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, malam itu amat ramai.

Tidak hanya oleh umat Buddha yang tengah merayakan Hari Raya Trisuci Waisak, tetapi juga warga non-Buddha dan wisatawan asing.

Selain umat Buddha yang tengah menjalani prosesi ibadah bersama majelis masing-masing, salah satu titik keramaian yang dipadati warga berada di Lapangan Aksobya.

Sejak senja berakhir dan hari berganti malam, ratusan orang telah memadati lapangan yang menjadi lokasi pelepasan lampion.

Malam itu, lampion yang dilepaskan berjumlah 1.999 buah. Tua, muda, anak-anak, dan remaja tumpah ruah di Lapangan Aksobya.

Menjelang pelepasan lampion sesi pertama yang dimulai pukul 21.00, akses menuju Aksobya sudah amat padat. Semua seperti bergegas menuju lapangan itu.

Warga yang ingin menonton dari dekat tampak meluber hingga sisi luar lapangan yang sudut tanahnya miring.

Biksu mengikuti peringatan detik-detik Waisak.
Biksu mengikuti peringatan detik-detik Waisak. (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)
Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help