WartaKota/

Resik Lawon, Ritual Pembersihan Diri Jelang Ramadhan

Jam'i Abdul Ghani mengatakan, ritual tersebut dilakukan sebagai simbol pembersihan diri sebelum masuk bulan Ramdhan.

Resik Lawon, Ritual Pembersihan Diri Jelang Ramadhan
KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI
Tradisi Resik Lawon (membesihkan kain kafan) di Banyuwangi, Jawa Timur. 

WARTA KOTA, BANYUWANGI -- Warga Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mempunyai ritual unik jelang bulan Ramadhan yang sudah digelar selama ratusan tahun. 

Ritual Resik Lawon namanya, yaitu ritual mencuci dan mengganti kain kafan penutup petilasan Ki Buyut Cungking yang memiliki panjang mencapai 110,75 meter.

Buyut Cungking dipercaya sebagai orang sakti dan penasehat Prabu Tawangalun pada masa kerajaan Blambangan sebagai cikal bakal Kabupaten Banyuwangi.

Buyut Cungking atau dikenal dengan Ki Buyut Wongso Karyo diperkirakan hidup pada tahun 1536-1580.

"Resik Lawon sudah dilakukan selama ratusan tahun dan ritual ini masih kita jaga sampai hari ini," kata Jam'i Abdul Ghani (60) juru kunci makam Ki Buyut Cungking kepada Kompas.com, Kamis (11/5/2017).

Ritual tersebut digelar antara tanggal 10 sampai 15 Ruwah dalam kalender Jawa pada Kamis atau Minggu.

Ritual Resik Lawon diawali dengan membersihkan petilasan Ki Buyut Cungking kemudian melepas kain putih yang menutup cungkup makam.

Kemudian, kain-kain tersebut dibawa ke Dam Krambatan Banyu Gulung yang berada di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Giri untuk dicuci.

Jarak yang harus ditempuh untuk menuju Dam Krambatan sekitar 3 kilometer dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

"Tidak boleh naik kendaraan baik motor atau mobil harus jalan kaki. Kain-kain yang sudah dicuci akan dipikul secara bergantian menuju Balai Tajuk untuk dibilas," jelas Jam'i.

Halaman
12
Editor: murtopo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help