WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Nurdin Kecewa Program Bedah Rumah di Cilincing Lamban

Hal yang membuatnya kecewa itu, yaitu kediaman kedua orangtuanya yang dibangun sudah satu bulan lamanya belum juga rampung.

Nurdin Kecewa Program Bedah Rumah di Cilincing Lamban
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rumah masih dalam kondisi tahap pembangunan di kawasan RT 15 dan RT 02/ RW 003 di Jalan Cilincing Lama I Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (8/5). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, CILINCING -- Salah satu warga yang rumah kedua orangtuanya mendapat program Bedah Rumah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Nurdin (33), di RW 03 Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengaku kecewa.

Hal yang membuatnya kecewa itu, yaitu kediaman kedua orangtuanya yang dibangun sudah satu bulan lamanya belum juga rampung.

"Ya terbengkalai kata saya sih. Habis, program ini berjalan lamban. Entah, itu sisi materialnya yang kurang, atau tenaga kerjanya yang alami kekurangan, alhasil rumah orangtua saya saat ini belum dipleseter temboknya, listriknya juga belum dipasang, bagian plafon, jendelanya aja juga belum dipasang. Moto bedah rumah saya tahunya lima hari beres. Ini sudah sebulan loh belum selesai mas," ungkap pria yang saat ini telah menganggur, Senin (8/5/2017).

Rumah masih dalam kondisi tahap pembangunan di kawasan RT 15 dan RT 02/ RW 003 di Jalan Cilincing Lama I Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (8/5).
Rumah masih dalam kondisi tahap pembangunan di kawasan RT 15 dan RT 02/ RW 003 di Jalan Cilincing Lama I Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (8/5). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Dikatakan Nurdin, ia mengakui was-was akan kondisi bayi yang masih berusia 40 hari, alami sesak nafas lantaran debu material bangunan di rumahnya.

Bayi yang merupakan anak dari kakak kandungnya itu, terpaksa untuk tinggal di kediaman kedua orangtuanya, karena biaya sewa kontrakan yang begitu mahal.

"Sudah 15 tahun, akhirnya rumah orangtuanya saya ini diperbaiki. Berhubung lagi dibedah ya, saya dan kakak dan anak-anaknya lebih untuk memilih ngontrak. Ya walau sebulan ngontrak, mahal bisa sejutaan, mampunya sebulan saja. Ya akhirnya, saya dan keluarga saya pindah ke rumah orangtua saya yang lagi dibedah," ucap Nurdin.

Ia melanjutkan, "Lantaran banyak anak kecil di sini, saya was-wasnya sama bayinya kakakku ini mas. Takutnya asma karena debu material di rumah ini. Lihat saja plafon belum ada juga, tembok belum diplester, jendela saja beluman ada sama sekali. Jendela mau enggak mau ya ditutup pakai sarung atau kain. Saya harap sih jangan kelamaan. Karena kan janjinya itu lima hari beres. Ini sudah sebulan. Tapi ya syukurin saja lah," lanjut pria yang sudah dikarunia satu anak ini.

Sementara Mawar (31) yang kediamannya itu juga dalam proses dibedah, mangakui proses bedah rumah terlalu lama.

Menurutnya, pihak terkait berjanji selama lima hari kediamannya sudah beres dan rapih.

Rumah masih dalam kondisi tahap pembangunan di kawasan RT 15 dan RT 02/ RW 003 di Jalan Cilincing Lama I Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (8/5).
Rumah masih dalam kondisi tahap pembangunan di kawasan RT 15 dan RT 02/ RW 003 di Jalan Cilincing Lama I Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (8/5). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help