Novel Baswedan Diteror

Kondisi Mata Kanan Novel Baswedan Makin Membaik

Kondisi mata penyidik KPK Novel Baswedan semakin membaik dalam perawatan di rumah sakit di Singapura.

Kondisi Mata Kanan Novel Baswedan Makin Membaik
Ketua Wadah Pegawai KPK Novel Baswedan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (11/11/2016).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kondisi mata penyidik KPK Novel Baswedan semakin membaik dalam perawatan di rumah sakit di Singapura.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, perkembangan perawatan Novel hingga hari ke-27 atau Senin (8/5/2017) mengalami kemajuan.

Pada Senin pagi, dokter memberikan enam tindakan medis terhadap mata Novel. Mulai dari uji membaca huruf dan angka di tembok, analisa langsung terhadap kedua mata menggunakan alat periksa mata manual, hingga memberikan cairan kimia terhadap kedua mata.

"Itu untuk mengetahui kondisi mata dengan indikator warna, diberikan juga eye drop untuk pengecekan tekanan pada mata," kata Febri melalui pesan singkat, Senin.

Tak hanya itu, dokter juga melakukan pemasangan dan pengecekan kembali lensa yang melindungi mata kanan apakah ada infeksi.

"Lensa di mata kanan sempat lepas namun setelah dicek tidak ada infeksi," kata dia.

Dari serangkaian pemeriksaan tersebut, kata Febri, didapat hasil bahwa kondisi penglihatan Novel mengalami perkembangan yang menggembirakan.

"Penglihatan mata kiri masih sama seperti kemarin (6/30 + 1). Pertumbuhan conjungtiva mata kiri yang tidak berubah dari kemarin," tutur Febri.

"Sedangkan mata kanan progressnya sangat bagus (6/6), pertumbuhan kornea juga sama," lanjut dia.

Febri menambahkan, KPK dan pihak keluarga tetap memohon doa kepada masyarakat Indonesia demi kesembuhan Novel sehingga aktif kembali di KPK.

Pihaknya juga berharap pelaku dan aktor dibalik aksi penyiraman air keras ke mata Novel bisa segera ditangkap.

Hingga saat ini, polisi belum juga menangkap pelaku yang menyiram wajah Novel dengan air keras.

Polisi sempat memeriksa dua orang mencurigakan yang tertangkap CCTV rumah Novel. Namun, setelah diperiksa, ternyata keduanya merupakan petugas penagih hutang.

Saat hari kejadian, keduanya terkonfirmasi tidak berada di sekitar lokasi. Oleh karena itu, penyidik menyatakan keduanya tidak terkait dalam kasus ini. (Moh. Nadlir)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved