Tanah Abang Butuh Kantong Parkir

Untuk mengatasi kesemrawutan dan parkir liar, kawasan Tanah Abang membutuhkan gedung atau kantong parkir.

Tanah Abang Butuh Kantong Parkir
Warta Kota/Rangga Baskoro
Petugas menggembosi ban sepeda motor yang diparkir sembarangan di kawasan Tanah Abang. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG-Parkir liar menjadi satu dari banyaknya faktor yang menyebabkan kemacetan di kawasan sentra bisnis Tanah Abang.

Penindakam yang kerap dilakukan pihak Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi (Sudinhubtrans) Jakarta Pusat nyatanya tak membuat masyarakat berhenti memarkirkam kendaraannya di bibir jalan.

Padahal, Kepala Sudinhubtrans Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak, menyatakan kesadaran masyarakat untuk bisa memarkirkam kendaraan di tempat yang semestinya bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan di Tanah Abang.

"Yang lebih pas, harusnya parkir di gedung atau tempat yang memang disediakan khusus parkir," ucap Harlem saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu (7/7/2017).

Harlem menambahkan, banyak masyarakat, terutama pengendara sepeda motor, yang beralasan bahwa lokasi tempat parkir di dalam gedung pusat perbelanjaan di Tanah Abang penuh. Padahal pihaknya menilai masih banyak ruang yang tersedia di dalam parkiran tersebut.

"Masih dimungkinkan untuk parkir di gedung khususnya motor, karena motor yang paling banyak (melakukan) parkir liar," tuturnya.

TPE bukan solusi

Saat ditanyakan apakah menempatkan Terminal Parkir Elektronik (TPE) bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan dan parkir liar di kawasan Tanah Abang, Harlem menyatakan hal itu tidak memungkin lantaran tak adanya lagi ruang di bibir jalan Tanah Abang.

"Karena kalau ditempatkan mesin parkir berarti menggunakan satu lajur badan jalan, sementara yang ada sekarang hanya 2 lajur, itu saja sudah macet sekali," kata Harlem.

Menempatkan TPE memang bisa mengurangi parkir liar, namun hal tersebut tidak akan berhasil untuk mengurai kemacetan.

"Trotoarnya sangat padat digunakan oleh pejalan kaki. Badan jalan sangat padat digunakan oleh pengguna jalan dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum," ungkapnya.

Karena itu, dirinya menilai TPE tidak akan cocok ditempatkan di kawasan Tanah Abang yang padat pengunjung di setiap harinya. (Rangga Baskoro)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help