Tiga Seniman Penata Rias Berkolaborasi untuk Make Up Satu Model

Tingkat kesulitan yang dirasakan adalah memadukan warna, sehingga menjadi pola komposisi yang menarik.

Tiga Seniman Penata Rias Berkolaborasi untuk Make Up Satu Model
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Kolaborasi tiga penata rias artis. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Biasanya, seorang seniman penata rias atau disebut Make Up Artist (MUA) akan bekerja sendiri saat dirinya memoles seorang model.

Nah, kebiasaan semacam itu menjadi tantangan bagi tiga MUA, Yuliyana, Tata Bita dan Lusy.

Mereka bertiga, dengan ketrampilannya masing-masing berkolaborasi mendandani satu model, yakni Diana Gaurika.

Hendra Lesmana, penggagas konsep ini menjelaskan, ide kolaborasi ini diharapkan seorang MUA mampu tampil profesional, dalam kondisi, waktu, dan kapanpun, termasuk dengan konsep apapun yang akan digagas.

"Kolaborasi ini tingkat kesulitannya adalah ketika mereka bertiga mampu berbagi rasa seni mereka ke dalam sebuah wajah. Mereka 'dipaksa' harus mampu meredam ego kesenian mereka masing-masing," kata Hendra saat menggelar kolaborasi tiga MUA itu di Studio Cafe, Margonda, Depok, Kamis (4/4/2017).

Pada kesempatan itu, mereka bertiga menyuguhkan materi make up Pop Art yang menekankan karakter kantun.

Menurut Yuliyana, tingkat kesulitan yang dirasakan adalah memadukan warna, sehingga menjadi pola komposisi yang menarik.

"Bahkan ekspresi pun mesti terlihat saat make up ditampilkan," ujar Yuliyana.

Sedangkan menurut Tata Bita, dalam menuangkan idenya, mereka bertiga pasti ada perbedaan karakter.

"Nah kami ditantang , untuk menyatukan karakter ketiganya," kata Tata.

Senada diungkapkan Lusy, konsep ini merupakan tantangan tersendiri.

"Saya belum pernah menggarap hal ini sebelumnya, sehingga ketika ditanya, maukah kami melakukan hal itu, maka kami mencoba, dan tentunya ini adalah kerja seni yang mesti saya coba," kata Lusy.

Hendra menambahkan, kehadiran Pop Art dalam dunia Make Up, memang sering kali digarap, namun, jika digarapnya untuk seorang model, maka, hal ini menjadi berbeda.

"Sebab, masing-masing karakter yang dimiliki setiap MUA pasti akan berseberangan, sehingga menyatukannya adalah tantangan yang mengasyikkan," katanya.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved