Novel Baswedan Diteror

Busyro Pesimis Kasus Teror terhadap Novel akan Tuntas Kalau Ditangani Polisi

Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas meragukan jika kasus tersebut dapat terungkap tuntas.

Busyro Pesimis Kasus Teror terhadap Novel akan Tuntas Kalau Ditangani Polisi
Kompas.com
Busyro Muqoddas 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Polisi belum bisa menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, meskipun hari ini, sudah memasuki hari ke-23.

Peristiwa itu terjadi pada 11 April lalu.

Terkait hal itu, mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas meragukan jika kasus tersebut dapat terungkap tuntas.

"Kami tidak optimis kalau hanya ditangani oleh polisi. Bukan pesimis, tapi tidak optimis," ujar Busyro di gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Busyro menegaskan, sejak awal setelah peristiwa itu terjadi, dirinya bersama sejumlah pegiat antikorupsi menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim investigasi gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, KPK, dan masyarakat sipil.

Tim tersebut diberikan batasan waktu dalam bekerja, sehingga terlihat progres pengungkapan kasusnya.

"Perkiraan saya kalau ini dibentuk dalam waktu 40 hari selesai. Mudah-mudahan 40 hari paling lama," kata Busyro.

Namun, menurut Busyro, sepertinya Presiden tidak merespons usulan tersebut. Jika teror yang menimpa Novel tidak diungkap cepat, maka dikhawatirkan akan ada ancaman serupa atau teror berbeda yang terjadi terhadap penyidik atau pimpinan KPK.

"Banyak yang khawatir kalau ini tidak sunguh-sungguh (diungkap) akan terjadi kasus lain lagi," kata Busyro.

"Entah yang lain mungkin bentuknya lain, seperti yang lain itu ada penyidik yang laptop-nya diambil paksa di taksi. Ini sudah teror dan tidak hanya Novel, tapi pegawai lainnya," ucap dia.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved