WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Ahok Siap Pecat dan Pidana Lurah yang Persulit Warga Urus Sertifikasi Tanah

Ahok mengancam akan memecat bahkan mempidanakan oknum Lurah yang mempermainkan warga saat mengurus sertifikasi tanah.

Ahok Siap Pecat dan Pidana Lurah yang Persulit Warga Urus Sertifikasi Tanah
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Khotimah (51), pekerja harian lepas (HPL) Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), menangis saat mengadu kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Rabu (3/5/2017) pagi. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengancam akan memecat bahkan mempidanakan oknum Lurah yang mempermainkan warga saat mengurus sertifikasi tanah.

Yaitu yang memperjualbelikan tanah yang sebenarnya tidak perlu lagi warga untuk membeli tanah tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena adanya warga yang melapor ke dirinya. Bahwa lahan yang dimiliki warga sudah dimiliki orang lain, ketika hendak membuat sertifikat tanah.

Pihak kelurahan meminta warga tersebut harus membelinya kembali kepada yang disebutnya pemilik tanah tersebut.

“Tadi saya belajar satu modus ‎ini kelihatan. Saya kan lagi buat program supaya semua orang Jakarta bisa mempunyai sertifikat. Kalau dia sudah tinggal 45 tahun ke atas, tiba-tiba mau bikin sertifikat, BPN (Badan Pertanahan Nasional) sudah oke, lalu BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) di bawah Rp 2 miliar tidak perlu bayar (PBB). Tiba-tiba oknum Lurah bilang ini tanah si A si B, tapi si A si B sudah meninggal, kamu harus beli dari ahli warisnya,” kata di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Ia meyebut hal tersebut merupakan modus menjual tanah yang sebenarnya tidak perlu lagi membeli.

Karena itu ia mengancam akan memecat bahkan mempidanakannya.

‘Ini berarti adalah modus menjual tanah yang tdk perlu dibeli. Berarti ini oknum lurahnya bang**t. Kalau ketemu bukti harus dipecat dan diproses hukum. Berarti ini ada modus baru,” kata Ahok tegas.

Ahok menyebut oknum tersebut berada di Kelurahan Petojo.

Namun, ia juga sudah mencatat sudah ada lima nama oknum yang bermain.

Padahal, lanjut Ahok, pihaknya selama ini tengah membereskan permasalahan sertifikasi tanah.

“Ini berarti menipu rakyat yang ingin mendapatkan sertifikat. Dulu oknum lurah camat minta satu persen, itu juga nggak ada dasar hukumnya, sudah kita hapus. Makanya dulu oknum Lurah, Camat kaya raya, semua mau transaksi tanah, jual beli perumahan apapun minta satu persen. Sekarang lebih kurang ajar lagi, ngaku-ngaku ada alas tanah orang suruh beli sama orang tertentu, padahal orang itu cuma ngaku ahli waris, mana suratnya? Suruh beli NJOP lagi. Kam ingin bantu orang miskin dapat sertifikat, malah dia malakin orang miskin,” kata Ahok kesal.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help