Wali Kota Malang Periksa Kepala Sekolah karena Ada Terapi Setrum di Sekolah

Saat ini, Pemerintah Kota Malang sudah memanggil pihak yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

Wali Kota Malang Periksa Kepala Sekolah karena Ada Terapi Setrum di Sekolah
Kompas.com
Gara-gara ada terapi setrum, kepala sekolah dipanggil. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur memberi atensi khusus terhadap insiden Kepala SDN Lowokwaru 3 Kota Malang yang menyetrum siswanya untuk tujuan terapi.

Saat ini, Pemerintah Kota Malang sudah memanggil pihak yang bersangkutan untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

"Sudah ada pemanggilan dan penanganan khusus masalah ini. Kami sudah melakukan pemanggilan melalui Kepala Dinas Pendidikan," kata Wali Kota Malang, M Anton saat ditemui usai upacara Hari Pendidikan Nasional di Balai Kota Malang, Selasa (2/5/2017).

Anton menyebut, apa yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap siswanya itu untuk terapi kesehatan. Namun dia menilai, penyetruman yang disebut sebagai terapi listrik itu terlalu berisiko dan tidak ada koordinasi langsung dari pihak sekolah ke Pemerintah Kota Malang.

"Bukan berarti disetrum, bukan. Ada metode yang disampaikan kepada kita untuk semacam kesehatan untuk pola pikir lah. Tapi maksud baik itu yang belum pernah diajukan kepada kita atau koordinasi," ucapnya.

Menurut dia, terapi kesehatan dengan menggunakan listrik merupakan sesuatu yang tidak lazim.

"Kesalahannya ini kan tidak lazim. Paling tidak pernah ada koordinasi. Sebenarnya untuk kesehatan, cuma salahnya ini," katanya.

Sampai saat ini, belum ada sanksi yang diberikan kepada kepala sekolah tersebut. Anton mengaku masih akan menyelidiki kasus tersebut.

Sebelumnya, RA salah satu siswa di SDN Lowokwaru 3 Kota Malang mengaku disetrum oleh kepala sekolahnya, Tjipto Yhuwono.

Didampingi orang tuanya, Anita, RA mengaku bahwa penyetruman dengan tujuan terapi itu membuat sejumlah organ tubuhnya ngilu, bahkan mimisan. Penyetruman itu terjadi pada Selasa (25/4/2017) pekan lalu.

Menurut RA, ada empat siswa yang disetrum. Selain dirinya, rekannya, MK, MZ, dan MA juga mengalami hal yang sama.

Penyetruman itu dilakukan dengan menggunakan dua papan kecil yang dialiri tegangan listrik. Satu papan untuk tempat siswa dan satu papan lainnya untuk kepala sekolah.

Selama proses penyetruman, kepala sekolah memegang tespen untuk melihat tegangan listrik yang masuk ke tubuh siswa.

Kepala SDN Lowokwaru 3 Kota Malang, Tjipto Yhuwono belum bisa dikonfirmasi terkait kasus itu. Kepada Kompas.com, ia mengaku masih dipanggil oleh pihak Dinas Pendidikan Kota Malang. (Kontributor Kompas.com Malang, Andi Hartik)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help