Rehabilitasi Gedung, 40 Ribu Siswa DKI Menumpang Belajar di Sekolah Lain

Lelang rehabilitasi total 103 sekolah negeri di Jakarta telah selesai. Sekitar 40 ribu siswa pun harus menumpang belajar di sekolah lain.

Rehabilitasi Gedung, 40 Ribu Siswa DKI Menumpang Belajar di Sekolah Lain
Tribunnews.com
ILUSTRASI

WARTA KOTA, PALMERAH - Lelang rehabilitasi  total 103 sekolah negeri di Jakarta telah selesai. Sekitar 40 ribu siswa pun harus menumpang belajar di sekolah lain.

Sebab, sekolah mereka harus segera dibongkar dan dibangun kembali. Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Wakadisdik) DKI Jakarta Bowo Irianto mengatakan, sebanyak 103 sekolah sudah selesai dalam proses lelang, dan telah muncul pemenangnya.

"Ada 103 gedung sekolah yang akan direhab total. Jika rata-rata sekolah memiliki 300-600 siswa, maka sebanyak kurang lebih 40 ribu siswa harus menumpang belajar sementara," kata Bowo ketika dihubungi Warta Kota, Senin (1/5/2017).

Bahkan, lanjut Bowo, tanda tangan kontrak pengerjaan rehab gedung sekolah itu sudah dilakukan sejak tiga pekan lalu. Sebanyak 40 sekolah sudah dilakukan pengerjaan, karena proses lelang aset telah selesai dilakukan.

"Dari 103 sekolah, ada 65 sekolah yang belum lelang penghapusan aset. Sekarang sedang dalam proses pengajuan lelang aset ke gubernur dari BPAD (Badan Pengelola Aset Daerah). 2-3 minggu ini selesai," jelas Bowo.

Aset sekolah, lanjutnya, harus dihapus dahulu, agar sekolah bisa dibongkar dan dilakukan pembangunan.

"Total anggaran rehab total untuk 103 gedung sekolah sebesar Rp 1,5 triliun. Kami targetkan seluruhnya selesai 20 Desember 2017," tuturnya.

 Jangan Gagal

Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta Blessmiyanda mengatakan, penghapusan aset gedung harus segera dilakukan.

"Penghapusan aset harus segera dilakukan, jangan sampai nanti rehab gedung sekolah gagal lagi seperti tahun lalu, karena penghapusan asetnya terlambat dilakukan. Kontraktor enggak bisa kerja dong karena masih ada bangunan lama," tegasnya.

Lelang penghapusan aset itu ada di BPAD. Namun, kini seratusan gedung sekolah tersebut bisa selesai karena menggunakan sistem lelang mendahului pengesahan anggaran 2017 Desember lalu

Jadi apa yang dilelang tidak perlu menunggu selesainya masalah aset. Karena jika menunggu, maka pekerjaan akan semakin terlambat.

"Kami optimis rehab sekolah akan selesai hingga akhir tahun. Karena kontrak pengerjaan pembangunan itu hanya berjalan selama empat bulan. Artinya, dalam waktu empat bulan, kontraktor mampu menyelesaikannya," paparnya. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help