80 Persen Keluhan Jalan Rusak di Depok Sudah Ditangani, Sisanya Tunggu Anggaran Cair

Dinas PUPR Kota Depok mengklaim telah merespons cepat keluhan dan laporan warga, terkait jalan rusak dan berlubang.

80 Persen Keluhan Jalan Rusak di Depok Sudah Ditangani, Sisanya Tunggu Anggaran Cair
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, DEPOK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok mengklaim telah merespons cepat keluhan dan laporan warga, terkait jalan rusak dan berlubang.

Sebanyak 80 persen di antaranya diklaim langsung ditanggulangi dan diperbaiki secara cepat. Sementara sisanya, masih menunggu turunnya anggaran perbaikan karena membutuhkan dana yang cukup besar.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas PUPR Depok Manto, kepada wartawan, Senin (1/5/2017). Manto menuturkan, setiap hari pihaknya selalu menima keluhan atau laporan warga masuk ke pihaknya, terkait kondisi jalan berlubang.

"Bulan April tercatat ada 50 kasus laporan jalan rusak dikeluhkan warga. Dari total tersebut, 80 persennya sudah kita tindaklanjuti. Sementara sisanya akan ditangani kemudian. Karena penanganan ada yang sifatnya sementara, dan ada yang sifatnya jangka panjang atau tuntas," kata Manto.

Sejumlah jalan rusak termasuk drainase yang sudah ditangani pihaknya, di antaranya di Jalan Bandung, Cinere, lalu Jalan Kemakmuran; Jalan Margonda, sejumlah ruas jalan di Griya Depok Asri, serta di Jalan di Situ Cilodong, di Taman Duta, di kawasan Situ Rawa Kalong, dan beberapa lokasi lainnya.

Menurut Manto, pihaknya memiliki 110 personel Satgas Sumber Daya Air (SDA) di 11 kecamatan.

"Serta Satgas Bidang Pemeliharaan jalan dan jembatan 90 orang, di mana 79 orang petugas lapangan, dan 11 orang petugas administrasi," ujar Manto.

Mereka ini, baik Satgas SDA dan Satgas Pemelihraan Jalan, katanya, selalu sigap untuk turun ke lapangan jika ada laporan warga yang masuk, terkait ruas jalan rusak atau kawasan tergenang air.

Ke depan Manto berharap semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Depok untuk menjaga lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan ke kali, saluran air atau saluran irigasi, serta situ yang ada.

"Sebab kebanyakan kasus adanya jalan atau kawasan tergenang air, ternyata akibat sampah," jelasnya.

Jadi ia meminta masyarakat juga harus peduli.

"Sebab permasalahan sampah bukan hanya pekerjaan rumah pemerintah, tapi juga perlu dukungan masyarakat dan wajib menjaganya. Selain harus melakukan pemilahan sampah sebelum membuangnya. Yang terpenting warga tidak membuang sampah sembarangan, apalagi membuang ke sungai, situ, atau saluran air," paparnya. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved