Korupsi KTP Elektronik

ICW: Ruhut Sitompul Jauh Lebih Berguna Daripada Fahri Hamzah di DPR

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik sikap Komisi III DPR yang terus berusaha merongrong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ICW: Ruhut Sitompul Jauh Lebih Berguna Daripada Fahri Hamzah di DPR
Tribunnews.com/FERDINAND WASKITA
Fahri Hamzah 

WARTA KOTA, MENTENG - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik sikap Komisi III DPR yang terus berusaha merongrong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sikap terbaru adalah berhasilnya Komisi III mengegolkan hak angket DPR dalam sidang paripurna terhadap KPK, terkait pemeriksaan Miryam S Haryani dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Peneliti ICW Donal Fariz secara khusus menyoroti anggota Komisi III sekaligus Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Fahri lah yang mengetuk palu saat sidang paripurna DPR yang mengesahkan hak angket tersebut. Padahal, masih banyak anggota DPR yang melakukan protes.

"Sebagian besar sebenarnya berada pada posisi yang berseberangan dengan KPK. Sebagian kecil masih ada beberapa orang," kata Donal Fariz saat diskusi bertajuk 'DPR Mengangket KPK' di Menteng, Jakarta, Sabtu (29/4/2017).

Donal hanya menyebut dua anggota Komisi III yang selalu mendukung kerja KPK adalah politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul (sudah diganti) dan Martin Hutabarat dari Fraksi Partai Gerindra.

"Dulu Ruhut Sitompul, sering juga. Bagi saya Bang Ruhut itu walaupun lucu jauh lebih berguna daripada Fahri Hamzah di DPR. Dia punya keberpihakan, ada isu yang mau dituntaskan, RUU KUHP dan KUHAP yang mau didorong, dan lebih komitmen," tutur Donal.

Sebelumnya diberitakan, DPR akhirnya menyetujui penggunaan hak angket terhadap KPK, untuk membuka rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani. Miryam adalah politikus Partai Hanura yang sebelumnya banyak memberikan kesaksian mengenai aliran uang ke anggota DPR, dari hasil uang korupsi KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Miryam sendiri telah membantah isi kesaksian yang dia diberikan saat penyidikan, karena mengaku ditekan oleh penyidik KPK. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help