30 Ribu Buruh Akan Melakukan Aksi Pada Mayday

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan surat permintaan untuk melakukan aksi buruh sudah diterima aparat kepolisian

30 Ribu Buruh Akan Melakukan Aksi Pada Mayday
Alija Berlian Fani
ILUSTRASI - Jalan Kebon Sirih yang dipadati pendemo buruh pada Rabu (12/10/2016) pukul 14.01 WIB. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya siap mengawal aksi buruh dalam memperingati hari buruh Internasional di Ibukota Jakarta. Pengamanan akan dilakukan ribuan kepolisian di beberapa objek vital.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan surat permintaan untuk melakukan aksi buruh sudah diterima aparat kepolisian.

"Surat pemberitahuan sudah masuk. Akan ada tiga titik konsenterasi massa buruh yang akan kita amankan. Yang pertama Dinas Tenaga Kerja DKI, DPRD DKI, Istana Negara," kata Argo saat dihubungi di Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (28/4).

Menurutnya titik kumpul ada di tiga lokasi penjagaan objek vital aparat kepolisian. Ketika ditanya apakah akan ada longmarch, Argo mengaku belum mendapatkan informasi tersebut.

"Ya nanti massa kumpul ditiga TKP itu. Longmarch sementara belum ada, langsung ke titik masing-masing," ucapnya.

Diperkirakan asa 20.000 sampai 30.000 buruh yang akan melakukan aksi. Karena beberapa daerah penyangga seperti Depok, Tangerang dan Bekasi juga melakukan hal serupa dalam memperingati hari buruh.

"Kemudian di daerah Tangerang dan Bekasi itu ada kegiatan sosial dari buruh. Ada yang di Stadion Bekasi. Jadi mereka melakukan kegiatan sendiri tidak gabung dengan yang di Jakarta. Ada kegiatan pengobatan gratis dan lainnya," ucapnya.

Jumlah personel kepolisian, kata dia, menyesuaikan jumlah massa yang akan melakukan aksi. Sehingga, Argo optimis tidak akan kekurangan personel kepolisian saat aksi buruh pada mayday itu.

"Mayday ini kan libur, kalau bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif, berkumpul dengan keluarga, berekreasi," tutur dia.

Dia menambahkan, selama kegiatan yang melakukan aksi unjuk rasa mengikuti peraturan yang ada dan jangan bertindak anarkistis. "Untuk pengaturan lalu lintas, situasional saja. Anggota lalulintas nanti merencanakan beberapa kegiatan, apakah nanti pengalihan arus, buka tutup, atau mebggunakan jalan separuh," ungkap dia.

Halaman
12
Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help