WartaKota/

Tas-tas Unik Harganya antara Rp6 Juta hingga Rp15 Juta di Ajang Inacraf

Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) digelar untuk ke-19 kalinya di Jakarta Convention Center (JCC) 26-30 April 2017.

Tas-tas Unik Harganya antara Rp6 Juta hingga Rp15 Juta di Ajang Inacraf
Warta Kota/Ichwan Chasani
Tas-tas unik di ajang Inacraf. 

WARTA KOTA, SENAYAN -- Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) digelar untuk ke-19 kalinya di Jakarta Convention Center (JCC) 26-30 April 2017.

Pameran produk kerajinan internasional yang diklaim terbesar di Asia Tenggara ini diikuti 1.395 peserta.

Para peserta adalah para perajin, pengusaha, produsen, dan eksportir kerajinan dari berbagai daerah di pelosok tanah air.

Selain peserta dalam negeri, pameran ini juga menampilkan kerajinan dari Myanmar, Jepang, Pakistan, Polandia, dan India.

Produk yang ditampilkan beragam, mulai kain batik dari berbagai teknik pembuatan, kain tenun, tas, dompet, ikat pinggang, perhiasan, hiasan dinding, barang keperluan rumah tangga, hingga lukisan.

Tas-tas unik di ajang Inacraf.
Tas-tas unik di ajang Inacraf. (Warta Kota/Ichwan Chasani)

Beberapa peserta menampilkan karya uniknya. Dari jenis produk tas saja, terdapat beberapa produk unik, seperti tas daur ulang dari bahan ban dalam bekas truk dan tenda bekas tentara, tas dari bahan kulit buaya, hingga tas dari bahan tanaman tanaman air di Danau Sentarum, Kalimantan Barat.

Tas daur ulang dari bahan ban dalam bekas truk dan tenda bekas tentara itu adalah karya seniman dan muda-mudi kreatif dari Salatiga, Jawa Tengah yang berhimpun dalam komunitas Tanaman untuk Kehidupan (TuK).

Sindhu Prasastyo, perwakilan TuK mengatakan, produk itu lahir dari kegelisahan anggot komunitas yang ingin berswadaya. Beberapa anggota komunitas itu pun mencermati lingkungan sekitar. Mereka juga berburu ke beberapa pasar loak.

"Setelah ketemu ban dalam bekas truk dan tenda bekas tentara, terlintas agar bisa membuat produk yang berkualitas dan punya nilai tambah," kata Shindu.

Meski sudah menghasilkan produk sejak 2006, namun baru empat tahun kemudian mereka berani memberi label sendiri yang diberi merk, Sapu Upcycle. Mereka pun rajin mengikuti pameran di berbagai daerah seperti Yogyakarta, Bali, hingga Chiang Mai, Thailand.

Halaman
12
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help