Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Ini Sebut Pelayanan di RSUD Koja Bobrok

Ahmad Sahroni menyebut jika pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja paling buruk di DKI Jakarta.

Anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Ini Sebut Pelayanan di RSUD Koja Bobrok
KOMPAS.COM/PURI YUANITA
Ilustrasi: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, KOJA -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), yaitu Ahmad Sahroni menyebut jika pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja paling buruk di DKI Jakarta.

Hal tersebut berani dikatakan Sahroni, lantaran mendapat keluhan warga Tanjung Priok beberapa waktu yang lalu.

"Ada warga Tanjung Priok yang merupakan pasien RSUD Koja menyampaikan keluhannya ke saya, jika pelayanan di rumah sakit itu tidak profesional sama sekali. Saya perwakilan dari Daerah pilihan (Dapil) 3 DKI Jakarta mendapat curhat warga seperti ini membuat saya malah turut kesal," jelas Sahroni kepada awak media, Kamis (27/4/2017).

Dikatakan Sahroni, jika warga yang langsung mencurahkan keluhannya terkait pelayanan di RSUD Koja mengatakan kembali, apabila hasil diagnosa di laboratorium tersebut tak kunjung diberikan oleh pihak rumah sakit terkait.

Tidak hanya itu saja, Sahroni menyebutkan kembali, warga Tanjung Priok yang enggan disebutkan identitasnya sempat menunggu selama tiga hari berturut-turut, tanpa ada penjelasan pihak rumah sakit.

"Warga itu mengaku ke saya ya kesal lantaran hasil diagnosa hasil laboratoriumnya tak juga diberikan oleh pihak rumah sakit. Padahal pun sudah tiga hari dia menunggu. Kejadian sudah sering bukan sekali dua kali saja. Tadi malam katanya kejadian lagi. Seorang pasien Jakarta terserang Demam Berdarah (DBD), minta hasil lab. Tetapi sudah tiga hari ya, sama sekali tak pernah diberikan. Alasan, dokter yang rawatin warga itu pernah ada," jelasnya.

Ia melanjutkan, "Ini dokternya kemana? Dokter yang tidak Profesional melayani orang miskin dan hasil pemeriksaan tak disampaikannya ke pasien itu. Sangat busuk sekali pelayanannya. Sepertinya ini dibiarkan dan tidak diperdulikan dan jawaban dokter juga selalu bilang jangan banyak tanya, tunggu saja dari dokter," ungkap Sahroni.

Mengetahui hal itu, Sahroni mendesak pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk segera turun tangan mengevaluasi pelayanan pasien di RSUD Koja.

"Pelayanan kesehatan ini menyangkut nyawa seseorang. Sebab, apabila situasi seperti itu terus dibiarkan, bukan tidak mungkin lagi kan, pasti akan menimbulkan korban jiwa karena buruknya pelayanan rumah sakit itu. Sangat busuk pelayanannya seperti itu. Saya bahkan mendesak dan minta Kemenkes RI periksa ke RSUD Koja tersebut. Bagaimana pelayanan ini kok Rumah sakit begitu busuknya? Mana ada, rumah sakit tak utamakan hasil pemeriksaan dan perawatan pasien yang memang hasilnya itu dibutuhkan," paparnya. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help