Libur Panjang

Arus Balik Jakarta-Cikampek Diprediksi Naik 24 Persen

Hingga saat ini tidak dilakukan rekayasa lalulintas dimana titik rawan kemacetan belum menunjukkan kepadatan kendaraan.

Arus Balik Jakarta-Cikampek Diprediksi Naik 24 Persen
Tribunnews.com
Kemacetan terjadi di lintasan Tol Jakarta-Cikampek saat libur Paskah, 24-27 Maret 2016. 

WARTA KOTA, BEKASI -- PT Jasa Marga Cabang Bekasi, Jawa Barat memprediksi arus lalu lintas jalur Cikampek-Jakarta pada libur Isra Miraj hari ini diperkirakan naik 24 persen dari 74.000 kendaraan menjadi sekitar 92.000 kendaraan per hari.

"Sehingga, total volume lalu lintas arus balik dalam rangka Peringatan Hari Isra Miraj pada Minggu-Senin, 23-24 April 2017 diprediksi sebesar 167 ribu kendaraan," kata Assistant Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga Cabang Bekasi, Dwimawan Heru Santoso di Kabupaten Bekasi, Senin (24/4).

Menurut dia arus lalu lintas dari arah Bandung maupun Cikampek yang melewati gerbang tol Cikarang Utama masih terlihat lengang, tanpa adanya kemacetan panjang.

Tetapi kemacetan diperkirakan akan terjadi pada pukul 16.30 WIB hingga malam hari.

Untuk itu diinformasikan kepada pengguna jasa layanan jalan tol lebih bijak dalam meestimasikan waktu istirahat.

Dan hingga saat ini tidak dilakukan rekayasa lalulintas dimana titik rawan kemacetan belum menunjukkan kepadatan kendaraan.

Ia menambahkan Jasa Marga Jakarta-Cikampek Cabang Bekasi telah menyiapkan berbagai cara antisipasi kepadatan diantaranya optimalisasi gardu exit (keluar) dengan mengoperasikan 17 Gardu Reguler dan empat gerbang tol otomatis (GTO).

"Dan menyiapkan empat gardu tambahan yang digunakan untuk mengurai kemacetan bila memang terjadi," katanya.

Namun, dalam kondisi darurat, untuk meningkatan kapasitas transaksi di Gerbang Tol dilakukan optimalisasi kapasitas gerbang tol otomatis (GTO) menjadi manual atau bersifat fleksibel.

Selain itu mengalihkan lalulintas yang mengarah ke Jakarta untuk keluar melalui gerbang tol (GT) Cikarang Barat II dan masuk kembali melalui Cikarang Barat IV.

Lanjut Heru menjelaskan dalam menyikapi masalah arus lalulintas ini sebenarnya pengguna jasa layanan tol lebih mengenal waktu dan menyediakan cemilan (Snack) di dalam mobilnya.

Penggunaan tempat istirahat sementara hanya bersifat untuk melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) dan penggunaan toilet semata.

Kemudian bisa melanjutkan perjalanan dengan mengikuti rambu-rambu lalulintas yang dipasang guna membantu pengemudi dalam menentukan lajur kendaraannya. (Antara)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help