Mahasiswa UMN Tanam 2000 Bibit Mangrove di Pulang Panggang

Kegiatan ini rencananya dilaksanakan pada 7 Mei 2017. Nantinya ada 2.000 bibit mangrove jenis bakau Rhizophora yang ditanam oleh 200 peserta.

Mahasiswa UMN Tanam 2000 Bibit Mangrove di Pulang Panggang
Dinda Rahayu
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang saat akan mengadakan penanaman bibit mangrove si Kepulauan Seribu. 

Laporan Wartawan Magang Wartakotalive.com, Dinda Rahayu

WARTA KOTA, TANGERANG -- Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang akan mengadakan AWM (Action With Mangrove) III di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Jakarta.

AWM merupakan acara yang diselenggarakan Mapala UMN, mengajak civitas UMN untuk turut berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dengan aksi menanam bakau.

Kegiatan ini rencananya dilaksanakan pada 7 Mei 2017. Nantinya ada 2.000 bibit mangrove jenis bakau Rhizophora yang ditanam oleh 200 peserta.

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang saat akan mengadakan penanaman bibit mangrove si Kepulauan Seribu.
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang saat akan mengadakan penanaman bibit mangrove si Kepulauan Seribu. (Dinda Rahayu)

Ketua AWM III, Varian Jonathan menjelaskan bakau jenis ini memang tersebar banyak di daerah tropis. Karakteristik akarnya yang berlapis dan kuat membuatnya mampu bertahan meski hempas deburan ombak.

Satu peserta menanam 10 bibit di bibir pantai Pulau Panggang. Sebanyak 200 peserta turut serta di antaranya mahasiswa dan beberapa dosen UMN serta dukungan dari beberapa anggota Mapala lainnya.

Setiap peserta membayar Rp 150.000. Peserta mendapatkan transportasi, kaos, gelang hasil karya anggota mapala UMN, slayer serta foto dokumentasi. Pendaftaran pada booth Mapala UMN dari 10 - 21 April 2017 di kantin Kampus UMN, Gading Serpong, Tangerang.

Acara ini diadakan rutin 2 tahun sekali. AWM I menanam 1000 bibit diiukti oleh 150 peserta di Pulau Rambut, dan AWM 2 di Pulau Karya dengan 2000 bibit yang ditanam oleh 200 peserta.

“Manfaat dari penanaman bakau ini untuk mencegah abrasi di daerah pesisir. Dengan adanya tanaman ini, pasir mengendap kembali, ekosistem juga membaik untuk kehidupan binatang," ujar Varian kepada Warta Kota belum lama ini.

“AWM I sampai dengan tahun ini masih dilakukan di Kepulauan Seribu. Namun ketika melakukan survey, dirasa Pulau Panggang lah yang lebih membutuhkan manfaat dari tanaman bakau. Maka kami, anggota Mapala UMN sepakat untuk melakukan reboisasi di Pulau Panggang," tambahnya.

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang saat akan mengadakan penanaman bibit mangrove si Kepulauan Seribu.
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang saat akan mengadakan penanaman bibit mangrove si Kepulauan Seribu. (Dinda Rahayu)
Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help