WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat Lebih Pilih Penyidik Perempuan, Ini Alasannya

Inspektur Dua Santy Rahmi berbagi waktu antara mengurus anak dan memburu pengedar narkoba.

Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat Lebih Pilih Penyidik Perempuan, Ini Alasannya
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ipda Santy (berdiri paling kanan) dalam sebuah rilis pengungkapan Narkoba di Polres Metro Jakbar. 

WARTA KOTA, SLIPI - Inspektur Dua Santy Rahmi berbagi waktu antara mengurus anak dan memburu pengedar narkoba.

Dia salah satu dari enam penyidik perempuan di Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Saat ini Santy menjabat Kasubnit 1 Satres Narkoba.

Dia tak pernah minder walau jumlah penyidik perempuan di satuannya masih terbilang sedikit.

"Saya harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga," kata Santy kepada wartawan, Jumat (21/4/2017).

Tapi, dia mengaku kerap tak pulang akibat pekerjaannya. Posisinya mengharuskan dia kerap ikut mengintai pengedar narkoba bersama anak buahnya di lapangan.

Tapi saat ada waktu kosong, Santy akan memaksakan diri berada bersama keluarganya. Bahkan saat benar-benar tak ada waktu, Santy tetap berupaya menghubungi anak atau suaminya.

Sepanjang bergabung dengan Satres Narkoba, Santy sudah mengungkap berbagai kasus narkoba, salah satu yang menonjol adalah pengungkapam dua pengedar Narkoba asal Taiwan, berinisial CYL (34) dan LHW (39), tahun lalu. Keduanya dibekuk Santy dan timnya saat bertransaksi 300 gram sabu.

Santy mengaku belum banyak meringkus bandar besar. Tapi, perang terhadap narkoba sudah tertanam di benaknya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto menegaskan, kebutuhan perempuan dalam satuannya cukup terasa. Dia memang sedang bergerilya mencari polisi wanita yang dinilai berbakat menjadi penyidik narkoba.

Suhermanto mengaku merekrut Santy saat perempuan itu bertugas di Interpol Mabes Polri. Dia melihat potensi Santy saat bergabung di Interpol. Makanya kemudian ditarik ke Satuan Narkoba.

Ada beberapa alasan mengapa Suhermanto bergerilya mencari perempuan sebagai penyidik narkoba.

Pertama, ketimbang pria, perempuan cenderung lebih teliti, sabar, dan ulet. Kedua, untuk beberapa kasus, perempuan lebih mampu berkomunikasi dengan pelaku. Bisa mengesampingkan emosi dan melakukan pendekatan yang berbeda. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help