WartaKota/

Ratusan Guru di Bekasi Pertanyakan SK Pengangkatan

Ratusan guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di Kota Bekasi menggeruduk kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi.

Ratusan Guru di Bekasi Pertanyakan SK Pengangkatan
Ratusan guru di Bekasi berunjukrasa mempertanyakan SK pengangkatan mereka sebagai tenaga kerja kontrak. 

WARTA KOTA, BEKASI-Ratusan guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di Kota Bekasi menggeruduk kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Jumat (21/4/2017) siang.

Kedatangan mereka ke sana hendak meminta kejelasan soal Surat Keputusan (SK) Wali Kota tentang pengangkatan mereka dari honorer menjadi TKK.

Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Bekasi, Firman mengatakan, lambatnya penyerahan SK berimbas pada gaji mereka selama empat bulan.

Soalnya SK pengangkatannya menjadi dasar pencairan gaji yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pemerintah pusat dan daerah per Januari-April 2017.

"Saya sendiri belum menerima SK sejak Desember karena masih tertahan di Dinas Pendidikan. Ribuan anggota saya juga belum memperoleh SK sejak mereka lolos verifikasi," kata Firman di Plaza Pemerintah Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (21/4).

Firman mencatat, ada 2.565 guru non Aparatur Sipil Negara SD dan SMP di Kota Bekasi yang merasakan hal demikian.

Mereka juga mengeluhkan adanya perbedaan besaran honor dan tunjangan guru pasca kenaikan status dari honorer menjadi TKK per Februari 2017.

Hal itu terungkap, berdasarkan informasi dari guru TKK yang lebih dulu lolos verifikasi dan memperoleh SK pengangkata.

"Kami mengira besaran gaji yang diterima bakal sama, tapi nyatanya tidak. Salah satu indikator perbedaan itu adalah jangka waktu guru mengabdi. Semakin lama, dia akan dapat upah yang besar," ujarnya.

Salah seorang guru TKK, Sunarti (35) mengeluhkan lambatnya proses penyerahan SK pengangkatan dari Pemerintah Kota Bekasi.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help