Home »

Depok

Larangan Mangkal di Bahu Jalan Efektif karena Dipatuhi Ojek Online

Peraturan itu dinilai cukup efektif mengurangi kemacetan di ruas Jalan Margonda dan Jalan Kartini.

Larangan Mangkal di Bahu Jalan Efektif karena Dipatuhi Ojek Online
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Upaya Dishub Depok terapkan Perwal larangan ojek online mangkal di bahu jalan dengan pasang spanduk, dan pagar di sisi jalan Margonda dan Jalan Kartini.‎ 

WARTA KOTA, DEPOK -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menilai Peraturan Walikota (Perwal) No 11 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Sepeda Motor, yang melarang ojek online mangkal di bahu jalan, badan jalan dan trotoar jalan.

Ternyata peraturan itu cukup efektif mengurangi kemacetan di ruas Jalan Margonda dan Jalan Kartini.

Upaya Dishub Depok terapkan Perwal larangan ojek online mangkal di bahu jalan dengan pasang spanduk, dan pagar di sisi jalan Margonda dan Jalan Kartini.?
Upaya Dishub Depok terapkan Perwal larangan ojek online mangkal di bahu jalan dengan pasang spanduk, dan pagar di sisi jalan Margonda dan Jalan Kartini.? (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)
Sebab, larangan ini tampaknya diikuti dengan kesadaran pengemudi ojek online yang tidak lagi mangkal di bahu jalan di sepanjang Jalan Margonda dan Jalan Kartini, seperti sebelumnya.
Hal itu dikatakan Kepala Dishub Depok, Gandara Budiana, Jumat (21/4/2017).
"Perwal ternyata efektif pula mengurangi kemacetan. Karena berkurangnya hambatan kumpulan ojek mangkal di sisi jalan," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi Perwal ini dan dipatuhi cukup baik oleh pengemudi ojek online.‎
"Sosialisasi juga dengan memasang spanduk pemberitahuan di beberapa titik ruas jalan tempat biasa ojek online mangkal," kata Gandara.‎
Menurutnya, semuanya dipatuhi para pengemudi ojek online dengan cukup baik.‎
Sementara, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Anton Tofani, mengatakan Perwal tidak ditujukan untuk melarang transportasi online, melainkan untuk menertibkan agar tidak memarkir dan menaikkan penumpang di pinggir jalan. ‎
"Karena, jika itu dilakukan, maka akan mengundang kemacetan," katanya.‎
Dengan perwal, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok ingin membuat solusi yang menguntungkan bagi semua pihak, sehingga kondusifitas ekonomi dan ketertiban Kota Depok tetap terjaga.‎
Seperti diketahui, dalam perwal disebutkan, ojek online diminta untuk tidak parkir di badan jalan, bahu jalan, dan trotoar jalan.
Perwal juga melarang ojek online menaikkan dan mencari penumpang di kawasan terminal, serta menaikkan penumpang di badan jalan yang telah dilayani oleh trayek angkutan kota.‎
Di dalamnya juga mewajibkan penyedia aplikasi menyediakan tempat khusus untuk mitra kerja pengemudi ojek online dalam menyimpan kendaraan bagi anggotanya, sehingga tidak ada lagi yang mangkal di trotoar jalan. ‎
Dalam penegakan Perwal ini, Dishub Depok bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk membantu menertibkan dan menjaga tempat-tempat yang dilarang untuk dijadikan tempat mangkal.
"Sehingga sekarang sudah tidak ada lagi penumpukan ojek online di satu tempat di sisi jalan. Ini ternyata bisa menekan antrean kendaraan," katanya.‎
Selain itu kata dia, Dishub Depok, juga memasang pagar di beberapa sisi ruas Jalan Margonda untuk menghindari ojek online mangkal dan kendaraan lain yang parkir liar.
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help