WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Ini Pesan Ahok untuk Dirut PT TransJakarta

Dirut PT TransJakarta, Budi Kaliwono, mengaku telah mendapatkan pesan dari Basuki Tjahaja Purnama.

Ini Pesan Ahok untuk Dirut PT TransJakarta
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga penyandang disabilitas dibantu petugas naik ke dalam bus Transjakarta usai acara Dialog bersama Penyandang Disabilitas di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Dirut PT TransJakarta, Budi Kaliwono, mengaku telah mendapatkan pesan dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bila diirnya tidak lagi menjabat sebagai gubernur.

“Kami disuruh mempertahankan irama kerja yang sudah cepat. Yang kedua, dari awal pak Gub selalu menekankan pelayanan. Jadi ya memang kita tidak boleh korbankan pelayanan harus kita perbaiki terus,” katanya.

Selain itu, penambahan bus pun akan terus dilakukan.

Saat ini bus eksisting terdapat sebanyak kurang lebih 1.500 unit.

Hingga akhir tahun nantinya akan ditambah hingga total 2.000 unit.

“Kami lakukan pengadaan bus dengan merek Scania, Mercedez, MAN. Kami juga lagi jajaki Hino dan Volvo. Hino ada 60 unit sebentar lagi masuk,” katanya.

Siapkan Kartu Jakarta One

Sementara itu, Dirut PT Jakarta Propertindo (JakPro), Satya Heragandhi, mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan program kerja Kartu Jakarta One (JakOne).

“Saat ini JakOne memang satu pekerjaan besar yang harus dikerjakan bersama-sama. Jadi harus ada yang namanya wali amanat. Mewakili transaksi yang harus dilakukan untuk kepentingan banyak. Berarti harus ada badan eskekusinya tapi nanti masih diatur oleh BI (Bank Indonesia) yang punya otoritas disitu,” kata Satya di Balai Kota.

Untuk anggarannya sendiri, pihaknya membutuhkan sebesar Rp 168 miliar untuk tiga tahun.

Anggaran tersebut untuk sistem fasilitas, terutama data dan teknologi informasi.

Program tersebut, untuk menggunakan transaksi di Jakarta secara cashless atau non tunai. Dimana seluruh penggunaan pembayaran dilakukan menggunakan pakai kartu.

“Saat ini yang kami bicarakan adalah multi bank, karena kemarin single bank. Kami belum memastikan bank mana yang mau ikut, kami siapkan infrastruktur yang open sehingga semua bank bisa masuk dan masyarakat bisa menikmatinya. Dan tidak tergantung lagi satu bank,” ujarnya.(*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help