WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Imigrasi Tangkap 52 WNA dari Pejaten dan Kemang

Ke-52 WNA itu terdiri dari 27 orang yang ditangkap di sebuah rumah di Pejaten Barat, Pasar Minggu, serta 25 orang dibekuk dari sebuah rumah.

Imigrasi Tangkap 52 WNA dari Pejaten dan Kemang
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi. Penangkapan sejumlah WNA. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan menangkap 52 warga negara asing (WNA) dari dua tempat di wilayah Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017) pagi, atas dugaan melakukan tindak kejahatan.

Ke-52 WNA itu terdiri dari 27 orang yang ditangkap di sebuah rumah di Pejaten Barat, Pasar Minggu, serta 25 orang dibekuk dari sebuah rumah di kawasan Kemang, Mampang Prapatan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Cucu Koswala, mengatakan, puluhan WNA itu ditangkap karena diduga terlibat kejahatan siber (cyber crime). Namun, dia belum menjelaskan detil bentuk kejahatan itu.

"Saat ini ke-52 WNA itu sudah dibawa ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas mereka sudah intai sebelumnya," ujar Cucu kepada Warta Kota, Jumat sore.

Cucu mengatakan, bersamaan dengan penangkapan 52 WNA itu petugas juga turut menyita barang bukti. Antara lain telepon seluler, printer, scanner dan lain-lain.

Dia menambahkan, selama ini para warga asing itu memasang peredam di kediamannya.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, membenarkan bahwa puluhan WNA itu tengah diselidiki oleh penyidik Ditjen Imigrasi.

Namun, dia belum memastikan jumlah WNA yang diperiksa karena beberapa di antara mereka tidak memiliki dokumen.

"Dokumennya sedang dicari. Mereka tidak semua memegang paspor saat di TKP. Jumlahnya juga masih dihitung, karena ada yang punya dokumen, ada yang tidak, ada yang dokumennya berlaku dan ada juga yang tidak berlaku," kata Agung kepada Warta Kota.

Karena masih dalam proses penyelidikan, Agung juga belum mengungkapkan dugaan tindak kejahatan yang dilakukan orang asing itu di Indonesia.

"Kasusnya masih disidik, sekarang lagi didalami oleh penyidik dibantu dari Direktorat Jenderal. Asal negara masing-masing sedang diselidiki, termasuk gendernya apa saja, Visa-nya, kasusnya apa, itu masih diselidiki," bilang Agung.

Dia menekankan, Ditjen Imigrasi belum dapat memastikan ke-52 WNA itu telah melakukan kejahatan cyber crime, karena barang buktinya masih diselidiki.

Kesimpulan baru akan didapat setelah penyidik selesai melakukan penyelidikan secara mendalam.

"Belum diketahui sudah berapa lama mereka datang ke Indonesia, karena paspornya masih diselidiki. Di paspor kita bisa melihat capnya, Visa-nya, kedatangannya kapan, warga negaranya, kemudian negara mana saja yang sudah didatangi, motifnya apa. Semuanya ada di paspor. Pada saatnya nanti setelah data itu ada akan ketahuan," kata Agung.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help