WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Dishub DKI Kembali Berlakukan Ganjil Genap di Ruas Semanggi-Kuningan

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kembali memberlakukan sistem pelat ganjil genap di ruas Jalan Semanggi-Kuningan.

Dishub DKI Kembali Berlakukan Ganjil Genap di Ruas Semanggi-Kuningan
Warta Kota/Bintang Pradewo
Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto menuju Semanggi, Jakarta Selatan atau tepatnya di samping pembangunan fly over Pancoran. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kembali memberlakukan sistem pelat ganjil genap di ruas Jalan Semanggi-Kuningan.

Hal tersebut dilakukan karena pengerjaan detour (jalan pengganti) di depan Markas Besar Angkatan Udara (MBAU), Pancoran, Jakarta Selatan, telah selesai.

"Kami berlakukan kembali mulai hari ini (Jumat, 21 April 2017). Karena PT Nindya Karya menyelesaikan pengerjaan detour," kata Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah ketika dihubungi, Jumat (21/4/2017).

Andri menjelaskan, pengerjaan detour dilakukan mengingat semakin sempitnya ruas Jalan Semanggi-Kuningan, akibat pembangunan flyover Pancoran.

"Lebar detour mencapai 3 sampai 4 meter, atau sebanding dengan satu lajur jalan. Kami yakini dapat mengurai kemacetan parah yang sejauh ini terjadi," tuturnya.

Karena dengan selesainya pekerjaan detour tersebut, maka kapasitas simpang Pancoran telah meningkat. Artinya, lalu lintas kendaraan yang selama ini terhambat di titik tersebut lebih terurai.

Sebelumnya, pihak kepolisian menghapus pemberlakuan sistem ganji genap pelat kendaraan selama dua pekan. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pengendara yang akan keluar tol dalam kota ke arah Kuningan.

Beberapa rekayasa lalu lintas pun diberlakukan. Salah satunya penutupan pintu keluar Tebet Tol Dalam Kota, penambahan lajur di depan Markas Besar TNI AU, hingga perpanjangan durasi lampu hijau Cawang arah Semanggi di Pancoran.

Sementara, pembangunan underpass dan flyover tersebut ditargetkan selesai Desember 2017.

Maksimalkan TransJakarta

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta William Yani mengatakan, seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memaksimalkan layanan Bus TransJakarta.

"Seharusnya maksimalkan saja Bus TransJakarta yang melintas di sana. Agar masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum," ucap William.

Apalagi, dengan kondisi macet saat ini, seharusnya TransJakarta bisa menarik perhatian pengendara kendaraan pribadi.

"Justru sekarang saatnya mengambil hati pengendara. Bahwa dengan menggunakan Bus TransJakarta, tidak akan macet. Karena itu, separator busway jangan dibongkar dan jalur busway harus steril," tegas politisi PDI Perjuangan itu. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help