WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Bawaslu Nilai Terjadi Pelanggaran dan Rekomendasikan untuk Dilaksanakan PSU

Bawaslu memastikan terjadi pelanggaran, sehingga harus dilaksanakan Pemungutan Sura Ulang (PSU).

Bawaslu Nilai Terjadi Pelanggaran dan Rekomendasikan untuk Dilaksanakan PSU
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi. Panitia Pengawas Kecamatan dalam pelaksanaan pemungutan suara. 
WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- ‎Ditemukan adanya kecurangan berupa pemilih yang menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menetapkan dua dari empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan proses pencoblosan ulang. ‎
Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti menyampaikan, kedua TPS tersebut antara lain TPS 01 Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat dan TPS 19 Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Alasan pihaknya merekomendasikan pemilihan ulang, karena terdapat lebih dari satu pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih menggunakan suaranya di TPS atau melanggar Pasal 112 huruf e UU 1 tahun 2015 tantang Pilkada. ‎
"Rekomendasi pemungutan suara ulang itu yang teridentifikasi oleh kita adalah sebenarnya ada 4 TPS, karena diduga lebih dari satu pemilih menggunakan suaranya di TPS. Tapi yang kita rekomendasikan kepada KPU (DKI Jakarta) itu ada dua TPS, TPS 01 Kelurahan Gambir, TPS 19 Pondok Kelapa Duren Sawit," ungkap Mimah.‎
Selain pelanggaran, pihaknya pun menyoroti proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, khususnya banyaknya laporan kekurangan surat suara pada sejumlah TPS di tiga wilayah kota, antara lain delapan TPS di Jakarta Utara, empat TPS di Jakarta Barat, satu TPS di Jakarta Selatan dan empat TPS di Jakarta Pusat.‎
"Ketika dihitung oleh petugas, ada temuannya di Jakarta Utara ada delapan TPS, di Jakarta Barat ada satu (TPS), di Jakarta Selatan satu, di Jakarta Pusat ada empat. Jadi dia ada yang (surat suara) kurang 100, 72, 99, ada yang hanya 25. Jadi ketika dihitung ulang itu tidak sesuai dengan manifes yang tercatat dalam DPT plus 25 persen di TPS," katanya.‎
Perhatian kedua lanjutnya, adalah temuan penggunaan C6 milik orang lain di delapan titik TPS, salah satu TPS tersebut pun ditemukan adanya pelanggaran pemilih yang melakukan pencoblosan sebanyak dua kali. ‎
"Dalam konteks penanganan, tindak pidana pemilunya akan tetap kita proses. Untuk rekomendasi administrasinya terkait dengan pemungutan suara ulang kita tindak lanjutin kepada KPU DKI Jakarta," katanya.‎
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help