WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

MUI: Janji atau Nazar Potong Payudara Tidak Boleh Ditunaikan

"Nazar untuk berbuat dosa dan aniaya itu tidak diperkenankan," ujarnya kepada Warta Kota, Kamis (20/4/2017).

WARTA KOTA, JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal nazar, atau janji seorang ibu yang ingin memotong payudaranya jika Anies Sandi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam mengatakan, Nazar atau janji dalam Islam seharusnya untuk hal yang baik-baik. 

Nazar bukan untuk menyakiti diri sendiri, atau untuk hal yang buruk.

Kalau itu dilakukan, hukumnya dalam agama haram atau dilarang.

Baca: Wanita yang Sesumbar Potong Payudara Akhirnya Penuhi Janji

"Nazar untuk berbuat dosa dan aniaya itu tdak diperkenankan," ujarnya kepada Warta Kota, Kamis (20/4/2017). 

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini menambahkan, lantaran janjinya itu untuk sesuatu yang buruk, maka tidak perlu dilakukan. 

"Tidak perlu ditunaikan," tegasnya.

Baca: VIDEO: Ibu Ini Mau Potong Payudara Kalau Anies Sandi Menang, Netizen Mulai Tagih Janjinya

Meski tidak diketahui apakah ibu itu pemeluk agama Islam atau bukan, namun janji memotong payudara itu disarankan sebaiknya tidak dilakukan. 

Halaman
12
Penulis: Ahmad Sabran
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help