Pilkada DKI Jakarta

Polres Jaktim Sebarkan Juru Damai untuk Redam Gejolak Pilkada

Dihembuskannya isu-isu provokatif telah membuat masyarakat resah, yang menciptakan potensi-potensi permusuhan di kalangan masyarakat.

Polres Jaktim Sebarkan Juru Damai untuk Redam Gejolak Pilkada
Warta Kota/Feryanto Hadi
Satgas ini terdiri dari gabungan organisasi kemasyarakat, mahasiswa, tokoh masyarakat hingga tokoh agama 

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta putaran kedua telah menciptakan potensi-potensi permusuhan di kalangan masyarakat.

Dihembuskannya isu-isu provokatif telah membuat masyarakat resah.

Terlebih, pada H-1 jelang hari pencoblosan, telah terjadi mobilisasi massa dari berbagai daerah yang membuat suasana Jakarta seolah-olah menyeramkan.

Kepolisian Resort Jakarta Timur selainkan menerjunkan para personilnya dalam menjaga  pelaksanaan pilkada kondusif, Selasa (18/4/2017), mereka membentuk satuan tugas khusus bernama Satgas Merah Putih Cinta Damai.

Satgas ini terdiri dari gabungan organisasi kemasyarakat, mahasiswa, tokoh masyarakat hingga tokoh agama.

Di antaranya Gerakan Pemuda Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), FATAYAT (NU), Laskar Betawi, Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, Forum Betawi Bersatu, Front Betawi Bersatu (FBB), Pokdar Kamtibmas, Badan Eksekutif Mahasiswa se Jabodetabek dan Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB).

"Pada masa pilkada ini fragmentasi masyarakatnya jelas, yakni pendukung Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Selain upaya pengamanan, kita juga bentuk satgas khusus yang bertugas menjaga suasana di masyarakat agar kondusif," kata Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo saat pengukuhan ratusan perwakilan satgas ini di Mapolrestro Jakarta Timur.

Andry menyebut, satgas ini terdiri dari ribuan anggota yang tersebar di 10 kecamatan di Jakarta Timur yang mewakili dua kubu pendukung paslon maupun mereka yang menyatakan sikap netral.

Satgas  nantinya akan menjadi agen perdamaian, terjun ke masyarakat secara langsung untuk memberikan pandangan kebangsaan bagi dua kubu masyarakat yang memiliki pilihan berbeda dalam pilkada, kali ini.

"Mereka akan menjadi juru damai atas segresi yang terjadi di masyarakat saat ini. Mereka akan memberikan wawasan serta semangat kebangsaan untuk meredam potensi konflik di lingkungan mereka masing-masing," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved