WartaKota/

Berkas Amdal Dua Pengembang di Bekasi Dievaluasi

Warga menuding, pihak apartemen lalai karena jebolnya dinding membuat air di kolam retensi dekat apartemen malah luber ke permukiman warga.

Berkas Amdal Dua Pengembang di Bekasi Dievaluasi
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ilustrasi pekerja menyelesaikan pembangunan apartemen. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi sedang mengevaluasi berkas analisa dampak lingkungan (amdal) milik dua pengembang di wilayah setempat.

Dua pengembang itu membangun sebuah apartemen dan mal. Pemeriksaan ini menyusul adanya laporan dampak buruk lingkungan yang dialami oleh warga setempat.

"Berkasnya masih diperiksa. Satu apartemen dan mal itu berdomisili di Bekasi Selatan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi pada Senin (17/4).

Luthfi mengatakan, pemeriksaan ini menyusul perintah dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sejak dua pekan lalu.

Saat itu, pemerintah daerah menerima laporan dari warga di Bekasi Selatan yang dilanda banjir akibat jebolnya dinding milik apartemen di wilayah setempat.

Warga menuding, pihak apartemen lalai karena jebolnya dinding membuat air di kolam retensi dekat apartemen malah luber ke permukiman warga.

Bahkan banjir yang melanda itu mencapai ketinggian satu meter.

"Berkasnya masih diperiksa, apakah mereka mengikuti amdal atau tidak. Kalau tidak, kita akan layangkan surat teguran dan bila dibiarkan kita cabut izinnya," ujar Luthfi.

Luthfi menjelaskan, pihak swasta harus mengikuti amdal yang disetujui oleh pemerintah saat mengerjakan proyek pembangunan.

Pengerjaan amdal, kata dia, bisa dikerjakan bersamaan dengan proyek atau setelah proyek pembangunan selesai.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help