Agustus 2017, Kereta Tanpa Masinis di Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi

Kawasan bandara ini tengah dipercantik dengan pembangunan Skytrain, alias kereta tanpa pengemudi.

Agustus 2017, Kereta Tanpa Masinis di Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Proyek pembangunan kereta Bandara Soekarno-Hatta 

WARTA KOTA, TANGERANG - Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, mulai mempersolek diri. Kawasan bandara ini tengah dipercantik dengan pembangunan Skytrain, alias kereta tanpa pengemudi.

Skytrain merupakan Automated People Mover System (APMS), atau moda transportasi berbasis kereta tanpa masinis. Alat transportasi ini hanya melayani di dalam kawasan bandara.

Pantauan Warta Kota, proses pembangunan Skytrain tersebut berada di area perkantoran bandara. Lokasinya persis di samping Stasiun Kereta Bandara yang melayani penumpang dari Stasiun Manggarai menuju bandara.

Proyek pembangunan kereta tanpa pengemudi ini mulai dikebut, terlebih dalam waktu dekat menjelang masa mudik Lebaran.

Beberapa komponen bangunan sudah terpasang. Tiang-tiang beton tinggi menjulang. Beberapa alat berat pun terpampang di sana. Rel-rel sebagai akses jalan juga sudah terpasang.

"Progress pembangunannya sudah melebihi 75 persen," ujar Publik Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada Warta Kota, Senin (17/4/2017).

Ia menjelaskan, keberadaan Skytrain ini kepastiannya sesuai dengan waktu tunggu, yaitu per lima menit. Kereta tanpa masinis tersebut beroperasi ke tiap-tiap terminal bandara, dari Terminal 1 hingga Terminal 3.

"Waktu tempuh cepat dari T1 ke T3 itu hanya 7 menit," ucapnya.

Yado menyebut, fase pertama akan beroperasi pada Juni ini, dengan satu trainset beroperasi dari Terminal 2 ke Terminal 3.

"Satu trainset-nya itu terdiri dari dua gerbong dengan kapasitas 176 penumpang," jelas Yado.

Skytrain full beroperasi pada Agustus 2017, terdiri dari tiga trainset yang menghubungkan Terminal 1 ke Terminal 3.

Senior Manager Humas Bandara Soekarno-Hatta Dewandono Prasetyo menambahkan, saat ini pengerjaan pembangunan Skytrain belum menemui kendala berarti. Pihaknya terus melakukan monitoring agar pengoperasian kereta tanpa pengemudi ini rampung sesuai target.

"Pembangunan terus berjalan. Pengoperasian Skytrain ini juga sampai 24 jam sesuai jadwal penerbangan," papar Pras. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved