Pagelaran Campursari Dihadiri Ribuan Penggemar dan Warga dari Suku Jawa

Seluruh peserta diajak berjoged dan menikmati alunan musik campursari yang dimainkan oleh grup musik campursari Samudro Laras.

Pagelaran Campursari Dihadiri Ribuan Penggemar dan Warga dari Suku Jawa
Warta Kota
Meriahnya pagelaran campursari karena ditonton ribuan warga. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sebanyak 33 persen warga DKI Jakarta adalah masyarakat Jawa. Jika mayoritas suara masyarakat Jawa menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Basuki-Djarot maka pada pilkada putaran kedua ini paslon nomor 2 akan menjadi pemenang.

Demikian disampaikan Restu Hapsari , ketua panitia acara Campursari Sambung Rasa Masyarakat Jawa “Sesarengan Sami Mbangun Nagari” saat ditemui di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4/2017).

Selain Maruarar Sirait, acara ini dihadiri oleh kader-kader terbaik TMP yang diduduk di lembaga eksekutif.

Antara lain Wali Kota Surakarta, F.X. Hadirudiatmo, Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi, Bupati Magelang, Zainal Arifin.

Politikus Senior PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai dewan pertimbangan presiden, Sudarto Danubroto.

Acara yang dihadiri oleh ribuan pendukung Basuki-Djarot dari masyarakat Jawa tersebut berlangsung meriah.

Seluruh peserta diajak berjoged dan menikmati alunan musik campursari yang dimainkan oleh grup musik campursari “Samudro Laras” dan suara merdu Edo Kondologit.

Sekjen DPP TMP ini mengungkapkan bahwa digalarnya acara ini adalah untuk membangun dan menyatukan suara masyarakat Jawa untuk mendukung Basuki-Djarot. Bagi Restu kemenangan paslon nomor dua pada putaran pertama yang kurang maksimal karena suara masyarakat Jawa belum solid untuk menentukan pilihannya.

“Semoga dengan adanya ini akan menyatukan suara masyarakat Jawa yang masih terpisah-pisah,” tegasnya.

Lebih lanjut Restu menuturkan bahwa TMP sebagai sayap PDI Perjuangan benar-benar berjuang memenangkan Basuki-Djarot. Restu menambahkan bahwa kegiatan yang telah dilakukan TMP pada putaran kedua adalah dengan mengadakan kaderisasi gelombang IV dan V.

“pada Kaderisasi ini seluruh kader TMP berjuang dengan melakukan door to door,” katanya.

Selian itu TMP juga telah membentuk tim sosial media. Hal ini bertujuan menangkis isu-isu yang merugikan di media sosial terhadap pasangan Basuki-Djarot. Dan TMP juga telah melakukan pengobatan dan fogging gratis di 35 titik yang pada pilkada putaran pertama Basuki-Djarot memperoleh suara di bawah 40 persen.

“Semua kegiatan TMP tidak membebani partai. Rangkian acara TMP dibiayai dengan cara gotong royong,” tegasnya.

Menurutnya memanangkan Basuki-Djarot tidak hanya untuk Jakarta itu sendiri. Namun kemanangan untuk Indonesia. “TMP ingin menjadi 4 pilar kebangsaan tetap terjaga,” katanya.

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved