WartaKota/

Hingga Akhir Maret, 130 Warga Bekasi Ajukan Surat Keterangan Tidak Mampu

Dinas Sosial Kota Bekasi mencatat, jumlah pemohon Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di wilayah setempat hingga akhir Maret 2017, mencapai 130 orang.

Hingga Akhir Maret, 130 Warga Bekasi Ajukan Surat Keterangan Tidak Mampu
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, BEKASI - Dinas Sosial Kota Bekasi mencatat, jumlah pemohon Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di wilayah setempat hingga akhir Maret 2017, mencapai 130 orang.

Surat itu dikeluarkan sebagai syarat memperoleh pendidikan dan kesehatan gratis. Kepala Bidang Penanggulangan Fakir Miskin pada Dinsos Kota Bekasi Tety Handayani merinci, 70 pemohon SKTM untuk mengurus pendidikan, dan sisanya 60 orang untuk kesehatan gratis.

"Kalau ditotal jumlahnya 130 pemohon sampai akhir bulan Maret," kata Tety, Minggu (16/4/2017).

Tety mengatakan, pemohon SKTM untuk layanan kesehatan akan memperoleh Kartu Bekasi Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kartu sehat ini dikeluarkan oleh pemerintah daerah lewat dua instansi, yaitu Dinsos dan Dinkes.

"Kartu ini biasanya digunakan untuk pengobatan bagi warga yang tidak terlindungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," ungkap Tety.

Menurut Tety, kartu Bekasi Sehat bisa digunakan di 29 rumah sakit swasta di wilayah setempat, dan satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. Bahkan, layanan gratis itu juga bisa diperoleh di seluruh puskesmas tingkat kelurahan dan kecamatan di Kota Bekasi.

Biasanya, pemohon SKTM akan menyampaikan maksud dan tujuannya. Bagi pemohon yang kesehatannya telah terlindungi oleh BPJS Kesehatan, secara otomatis tidak bisa mendapat kartu berobat gratis dari pemerintah daerah.

"Warga yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan biasanya diperoleh dari tempatnya bekerja," jelasnya.

Sementara, kata Tety, pemohon SKTM untuk layanan pendidikan akan memperoleh pendidikan gratis di sekolah negeri setempat. Pendidikan gratis ini dialokasikan oleh Disdik Kota Bekasi.

"Dinsos hanya memberi surat rekomendasi, sementara teknisnya kita serahkan ke dinas terkait seperti Disdik dan Dinkes," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help