Garuda Ajukan Calon Pejabat Baru ke Kemenhub

Garuda Indonesia sepenuhnya menyadari aspek safety merupakan fondasi utama keberlangsungan bisnis perusahaan

Garuda Ajukan Calon Pejabat Baru ke Kemenhub
Wikipedia
Ilustrasi Garuda Indonesia 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Maskapai nasional Garuda Indonesia mengajukan dua nama pejabat setingkat direksi sebagai calon Chief of Operation (COO) dan Chief of Maintenance (COM) ke Kementerian Perhubungan, Senin (17/4/2017).

Hal ini sebagai jawaban tetap terpenuhinya standar aturan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) serta standar regulasi safety operation dan mainetanance yang berlaku baik secara nasional mau pun internasional.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala, N Mansury menjelaskan pengusulan nama untuk posisi Chief of Operation dan Chief of Maintenance tersebut merupakan bagian dari komitmen maskapai dalam memastikan seluruh perangkat struktur organisasi perusahaan dapat menunjang terciptanya standar safety operations dan maintenance yang tetap terjaga kualitasnya.

Selanjutnya, Garuda Indonesia akan melakukan korespondensi intensif dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI. Untuk memastikan nama nama tersebut memenuhi kualifikasi yang ditentukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Posisi Chief of Operation dan Chief of Maintenance akan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama Garuda Indonesia.

“Kami memastikan perubahan dinamika organisasi perusahaan dalam menjawab berbagai tantangan global, tetap selaras dengan standar dan regulasi penerbangan khususnya hal-hal yang terkait aspek operasi dan maintenance," ujar Pahala pada Minggu (16/4/2017).

Pahala menambahkan, sebagai maskapai penerbangan global, Garuda Indonesia sepenuhnya menyadari aspek safety merupakan fondasi utama keberlangsungan bisnis perusahaan, untuk itu, merupakan hal mutlak bagi kami untuk terus menjaga standar kualitas aspek safety dan maintenance tersebut.

"Khususnya, di tengah-tengah industri penerbangan global yang semakin kompetitif," ucapnya.

Pembentukan dua pejabat tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang bisnis yang lebih luas, bersifat fleksibel dan bergerak lebih cepat.

"Tentunya, dengan tetap berpegang pada standar regulasi penerbangan," kata Pahala.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved