Astaga! Mantan Pasangan Suami-istri Tinggal Seatap Jadi Tren di China

Prahara rumah tangga yang berujung dengan perceraian lazimnya dipicu lara hati yang tak kunjung sirna akibat egoisme di antara pasangan suami-istri.

Astaga! Mantan Pasangan Suami-istri Tinggal Seatap Jadi Tren di China
Tribun Jogya
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEIJING - Prahara rumah tangga yang berujung dengan perceraian lazimnya dipicu lara hati yang tak kunjung sirna akibat egoisme di antara pasangan suami-istri.

Begitu pasangan suami-istri itu sudah tidak bisa dipersatukan lagi secara hukum, keduanya lantas menempuh jalan masing-masing.

Mereka tentu punya keinginan untuk menempuh jalan hidup yang berbeda.

Beberapa mantan pasangan suami-istri biasanya malah membuang jauh-jauh kenangan terindah yang pernah dilaluinya, termasuk bagi mereka yang sudah mapan secara ekonomi membagi harta bersama yang dikenal dengan gono-gini.

Namun ada fenomena yang tidak lazim bagi sebagian suami-istri di daratan China yang telah bercerai.

Mereka bersedia tinggal satu atap, meskipun dalam keadaan terpaksa.

Biduk rumah tangga Pang Ting yang dia bina selama delapan tahun bersama suaminya harus kandas di tengah jalan beberapa bulan yang lalu.

Perempuan profesional berusia 40 tahun itu masih tetap tinggal satu atap bersama mantan suaminya.

Kerelaannya hidup bersama pria yang sudah tidak dicintainya lagi itu dilatarbelakangi kondisi keuangan.

Dia bersama mantan suaminya itu pada 2005 harus bekerja keras mengumpulkan uang sebanyak 700.000 yuan atau Rp 1,36 miliar agar bisa memiliki apartemen.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help