Pemkot Depok Cegah Banjir Jalan ARH Terulang Kembali

Saat itu, banjir juga meluas hingga ke Jalan Arief Rahman Hakim (ARH) dan pemukiman warga di sekitarnya.

Pemkot Depok Cegah Banjir Jalan ARH Terulang Kembali
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Banjir Jalan Arif Rahman Hakim hingga pertigaan Jalan Margonda Raya. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan upaya pencegahan agar banjir hingga setengah meter di Jalan Margonda mulai dari Plaza Depok sampai simpang Ramanda, akibat hujan deras yang terjadi Senin (10/4/2017) sore lalu, tidak terulang kembali.

Saat itu, banjir juga meluas hingga ke Jalan Arief Rahman Hakim (ARH) dan pemukiman warga di sekitarnya di Pancoran Mas.
Akibatnya, pada Senin sore hingga sepanjang malam dan dini hari lalu, sebagian ruas Jalan Margonda Raya dan Jalan Arief Rahman Hakim, lumpuh serta mengakibatkan kemacetan panjang terjadi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, mengatakan banjir yang terjadi di Senin lalu dan melumpuhkan ruas Jalan Margonda dan Jalan ARH diakibatan banyaknya sampah yang menumpuk dan menutup saluran air serta saluran irigasi di sekitar jalan tersebut.
Akibatnya, air meluap dan tumpah ke jalan.
Untuk mencegah hal itu terulang, kata Citra, pihaknya sudah menurunkan ratusan Satgas Banjir selama dua hari ii untuk membersihkan sampah yang selalu ada.
Selain itu, kata dia, pihaknya sudah memasang sejumlah bronjongan di beberapa titik krusial agar banjir tidak menggenang ke jalan.
"Kami pasang bronjong dari karung isi pasir dan batang bambu serta menurunkan Satgas Banjis dan akan standby di sana jika hujan turun," kata Citra, Rabu (12/4/2017).
Cara ini, kata dia, hanyalah untuk jangka pendek sementara untuk jangka panjang diperlukan penanganan komperehensif saluran air hingga titik alirannya mulai dari Kali Baru sampai Situ Rawa Besar dan Situ Pladen yang diharapkan mampu menjadi pengendali banjir di wilayah itu.
"Sementara, jangka panjangnya sudah kami usulkan kegiatan penanganan untuk 2018 mendatang," kata Citra.
Kegiatan itu, kata Citra, nantinya berupa pengerukan sedimen tanah di saluran air dan situ serta kali, dimana salah satunya adalah pengerukan inlet Situ Pladen yang kini mengalami penyempitan.
"Juga kita usulkan pembuatan turap," katanya.
Saat ini, kata Citra, pihaknya akan berupaya terus melakukan pemeliharaan dan penjagaan saluran air agar tetap normal dan tidak ada penyumbatan sampah. 
"Pemicu utama banjir kemarin karena penyumbatan sampah. Sehingga air tidak lancar dan tumpah ke jalan," katanya.
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved