Koran Warta Kota

Penyandera Tempelkan Pisau di Leher Penumpang, Darahnya Menetesi Anaknya yang Digendong

Penyandera penumpang angkot di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/4) malam sekitar pukul 19.00, tewas ditembak mati oleh polisi.

Penyandera Tempelkan Pisau di Leher Penumpang, Darahnya Menetesi Anaknya yang Digendong
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTAKOTA, PALMERAH-- Tersangka penyandera penumpang angkot di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/4) malam sekitar pukul 19.00,  tewas ditembak mati oleh polisi.

Peristiwa itu terjadi tepat di depan Bioskop Buaran.

Saksi mata bernama Edi (25) mengatakan, penyanderaan terjadi saat pelaku itu kepergok usai menjambret dan dikejar oleh warga.

Tepat di depan Bioskop Buaran, pria yang diperkirakan berumur 27 tahun tersebut masuk ke dalam angkutan kota (angkot).

"Dia lari dari arah Klender, tapi sampai di depan Bioskop Buaran dia langsung masuk ke dalam angkot," katanya.

Di dalam angkot tersebut ada seorang wanita dan anaknya yang berusia satu tahun. Pelaku langsung menyandera ibu tersebut dengan menggunakan pisau yang di bawanya.

"Pelaku nempelin pisaunya ke leher si ibu, sampai berdarah karena darahnya netes ke anaknya yang lagi digendong," jelasnya.

Melihat hal itu, seorang anggota polisi lalu lintas yang sedang berjaga langsung bernegosiasi.

Namun, pelaku yang memiliki ciri-ciri berkulit gelap dan kurus itu malah mengancam akan membunuh korban dan anaknya jika polisi menangkapnya.

"Dia minta kalau angkotnya jalan dulu, baru sandera akan dibebaskan," tutur Edi.

Halaman
12
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help