Warga Bekasi Berang dengan Tawuran Pelajar, Ini yang Mereka Lakukan

Warga kemudian melapor ke polisi, karena saat berkendara mereka membawa senjata tajam.

Warga Bekasi Berang dengan Tawuran Pelajar, Ini yang Mereka Lakukan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI -- Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta asal Kabupaten Bekasi ditangkap polisi pada Kamis (6/4) petang.

Mereka diamankan karena membawa tiga bilah celurit untuk digunakan saat tawuran antar pelajar.

Pelajar berinisial MA (16) dan PF (16) ini diamankan di Jalan Raya Lingkar Utara RT 07/06, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Saat itu, mereka sedang konvoi dengan teman-temannya menggunakan sepeda motor.

Warga kemudian melapor ke polisi, karena saat berkendara mereka membawa senjata tajam.

"Puluhan pelajar langsung berhamburan melarikan diri dan polisi berhasil mengamankan dua pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing pada Jumat (7/4).

Erna mengatakan, petugas membubarkan para pelajar itu dibantu oleh petugas keamanan pabrik dan warga sekitar.

Diperkirakan jumlah siswa yang hendak tawuran dari dua sekolah itu mencapai 50-60 orang.

Menurut Erna, lokasi setempat memang kerap digunakan oleh para siswa untuk menggelar aksi tawuran.

Karena itu setiap siang dan sore hari, petugas Bhabinkamtibmas kepolisian setempat rutin berkeliling untuk mengantisipasi aksi tawuran.

Erna mengimbau, kepada para orangtua dan guru agar mengingkatkan pengawasan anak-anaknya selepas mengenyam pendidikan di sekolah.

Sebab dampak tawuran sangat buruk bagi diri sendiri dan orang lain, terutama keluarga korban yang meninggal dunia akibat dianiaya pelajar lain.

"Bagi keluarga pelaku juga akan merasakan dampaknya, yaitu rasa malu karena telah melakukan tindakan pidana," jelas Erna. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help