Belum Ada Dana, Taman Masjid Raya Jakarta Takkan Rampung Saat Diresmikan Jokowi

Taman di Masjid Raya Jakarta dipastikan bakal belum rampung saat Presiden Joko Widodo meresmikannya pada Minggu (16/4/2017) mendatang.

Belum Ada Dana, Taman Masjid Raya Jakarta Takkan Rampung Saat Diresmikan Jokowi
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Lokasi taman Masjid Raya Jakarta yang masih berantakan, jelang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Minggu (16/4/2017) mendatang. 

WARTA KOTA, KALIDERES - Taman di Masjid Raya Jakarta dipastikan bakal belum rampung saat Presiden Joko Widodo meresmikannya pada Minggu (16/4/2017) mendatang.

Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta Trianto mengatakan, sampai kini belum ada dana untuk membangun taman. Berdasarkan penghitungan, dibutuhkan dana sebesar Rp 17 milliar untuk menata taman.

"Masih dicari dananya ini," ucap Trianto ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (5/4/2017) malam.

Sebelumnya, Trianto menyebut bahwa dana penataan taman akan berasal dari dana kewajiban pengembang. Pantauan Wartakotalive.com, lokasi taman di halaman Masjid Raya Jakarta masih berantakan.

Tanah tampak becek dan di beberapa sisi tergenang air. Bahkan, pekerja sampai menempatkan pelat besi dan lembaran kayu di atas tanah yang becek, agar bisa dilalui. Pagar-pagar seng pembatas proyek juga sebagian mulai roboh dan miring.

"Nanti jadi saat peresmian ya taman belum jadi. Kita akan rapikan saja dulu," ujar Trianto.

Kepala Dinas Kehutanan Pemprov DKI Jakarta Djafar Muchlisin mengatakan, pengerjaan taman di Masjid Raya Jakarta menyisakan pengerjaan konstruksi dan teknik sipil yang masih cukup banyak.

"Perlu ada pengurukan tanah sampai di batas peel banjir yang sudah disediakan," jelas Djafar ketika ditemui Wartakotalive.com, saat memantau pengerjaan taman di jalan masuk menuju Masjid Raya Jakarta dan Rusun Pesakih, Rabu (5/4/2017).

Belum lagi sebelum pengurukan mesti dipasang turap disekeliling masjid, menjaga agar tanah pengurukan tak longsor.

Dia memperkirakan tanah mesti diuruk antara 3-4 meter, sesuai batas peel banjir yang telah disediakan. Setelah pengerjaan sipil rampung, baru Dinas Kehutanan bisa mulai mengerjakan penataan taman.

Namun, Djafar tak tahu apakah penataan keindahan taman akan diserahkan ke Dinas Kehutanan atau tidak. Sebab, hal itu amat tergantung dengan kontrak pengerjaan taman antara kontraktor dengan Dinas Perumahan dan Gedung.

"Itu kan tugasnya ada di Dinas Perumahan soal Masjid Raya Jakarta ini," ucap Djafar. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help