Korupsi KTP Elektronik

Ruhut Sitompul: Kalau Nazaruddin Ngomong Aku Percaya

Ruhut Sitompul percaya ucapan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin, pada sidang e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Ruhut Sitompul: Kalau Nazaruddin Ngomong Aku Percaya
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Senin (3/4/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Ruhut Sitompul percaya ucapan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin, pada sidang e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Nazaruddin mengaku uang proyek e-KTP untuk pencalonan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di kongres 2010.

"Ya aku, kalau Nazaruddin ngomong aku percaya. Aku percaya, dia orang kepercayaan Anas. Siapa gue dibandingkan Nazaruddin? Kalau Nazaruddin ngomong aku percaya 100 persen," kata Ruhut ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Rabu (5/4/2017).

Ruhut mengatakan, Nazaruddin sangat dekat dengan Anas Urbaningrum. Bahkan, dia mengibaratkan Nazaruddin sebagai bayang-bayang Anas.

"Itu saking dekatnya, kalau Nazarudin ngomong aku percaya," imbuhnya.

Ruhut mengakui saat Kongres Partai Demokrat memjadi tim pendukung Anas Urbaningrum. Tugasnya untuk merebut suara pemilih. Ia menegaskan tidak terlibat urusan uang.

"Saya bisa membuktikan. Saya mengumpulkan pemilik suara, kumpulkan di satu tempat lalu kasih motivasi," ujar Ruhut.

Sebelumnya, uang hasil menjarah anggaran pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012 mengalir di kongres Parta Demokrat tahun 2010.

Saat itu, Anas Urbaningrum yang menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat, membutuhkan uang untuk membiayai pemenangannya sebagai calon ketua umum Partai Demokrat.

Menurut Nazar, Partai Demokat menikmati uang korupsi KTP elektronik sebesar Rp 500 miliar melalui Anas Urbaningrum. Uang tersebut diberikan oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Dapat Yang Mulia. Waktu itu Mas Anas ada perlu untuk Mas Anas jadi ketua umum. Andi bantu uang untuk pertama ada komitmen yang disepkati sekian persen. Totalnya hampir sekitar (Rp) 500 miliar sekian," ungkap Nazaruddin saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Uang tersebut diberikan secara bertahap, jumlah pertama Rp 20 miliar. Uang tersebut diserahkan Andi Naragong melalui Fraksi Partai Demokrat di DPR, yang saat itu diterima Nazaruddin.

Dalam kesaksiannya, Nazaruddin mengatakan uang Rp 20 miliar untuk Kongres Partai Demokrat di Bandung, dikelola Nazaruddin dan diserahkan kepada stafnya, Eva Omvita Soraya. (*)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved