Jalan Kaki di Tengah Rel, Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Bekasi

Oleh petugas, jenazah korban yang diperkirakan berusia 60 tahun ini dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk diautopsi.

Jalan Kaki di Tengah Rel, Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Bekasi
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Seorang pria tanpa identitas tewas tertabrak kereta di perlintasan Kampung Utan RT 03/25, Wanasari, Cibitung, Bekasi'>Kabupaten Bekasi, Selasa (4/4/2017) malam.

Oleh petugas, jenazah korban yang diperkirakan berusia 60 tahun ini dibawa ke RSUD Bekasi'>Kabupaten Bekasi untuk diautopsi.

Kasubag Humas Polrestro Bekasi Komisaris Kunto Bagus mengatakan, tubuh korban sempat terpental sejauh belasan meter dari lokasi kejadian. Korban langsung tewas di tempat karena mengalami luka parah di bagian kepala dan badannya.

"Di tubuh korban tidak ditemukan identitas, dan jenazahnya dibawa ke rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan," kata Kunto, Rabu (5/4/2017).

Kunto menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban tewas tertabrak kereta yang melaju dari arah timur ke barat, atau dari Bekasi ke Jakarta. Saat itu, korban berjalan kaki di tengah rel, dan tanpa disadari di belakangnya ada kereta yang melaju.

Warga setempat telah memperingati korban, namun korban mengacuhkan karena diduga tidak mendengar peringatan warga.

"Dengan cepat, korban kemudian tertabrak kereta barang yang melaju dengan kecepatan tinggi," jelas Kunto.

Warga yang mengetahui kemudian melapor ke petugas kepolisian setempat. Hingga saat ini, jenazah korban belum dibawa keluarganya untuk dimakamkan. Korban mengenakan kemaja batik berwarna hitam dan hijau, serta celana jin pendek.

"Kalau ada yang merasa kehilangan kerabat seperti ciri-ciri yang dimaksud, bisa melapor ke rumah sakit atau petugas kami," tuturnya.

Menurut dia, kasus tersebut kerap terjadi di jalur perlintasan kereta api di wilayah setempat. Pemicunya, warga nekat menerobos palang pintu perlintasan kereta, utamanya pengendara motor.

"Banyak pengendara motor yang memaksakan diri untuk menerobos, padahal sangat membahayakan keselamatan," katanya.

"Sebaiknya jangan memaksakan diri, ingat keluarga kita menunggu di rumah dalam keadaan selamat, bukan dalam keadaan kecelakaan seperti ini," tambahnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved