Pengelola Bongkar Paksa Tenda Pakai Pasukan Bertopeng Bikin Pedagang Pasar Senen Kecewa

Tak banyak hal yang bisa diperbuat oleh Yunita dan pedagang lain kecuali berusaha untuk membela diri.

Pengelola Bongkar Paksa Tenda Pakai Pasukan Bertopeng Bikin Pedagang Pasar Senen Kecewa
Warta Kota/Rangga Baskoro
Banyak pedagang yang kecewa terhadap sikap pengelola yang dinilainya kasar saat melakukan penggusuran. 

WARTA KOTA, SENEN -- Hari Senin (3/4/2017), menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan oleh Yunita (47), pedagang pakaian bekas di area parkir Pasar Senen Blok I dan II.

Seperti biasa, ia berangkat pada jam 05.00 menuju area parkir untuk membuka lapak berukuran 2x2 meter miliknya.

Tak ada firasat apapun yang dirasakannya saat berniat untuk mencari rezeki. Hingga pada jam 07.00, petugas gabungan dari Satpol PP, Kepolisian dan TNI membongkar lapak miliknya beserta pedagang lain.

Situasi di pagi itu cukup panas, ia bersama pedagang lain berjibaku untuk mempertahankan lapaknya agar tetap berdiri tegak lantaran mereka merasa memiliki hak untuk berdagang di tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Senen Blok I dan II. Sempat terjadi adu mulut antara pedagang dan aparat gabungan.

"Kami bukan liar, saya punya bukti (surat sewa-menyewa) kalau kami adalah bagian dari pedagang yang dulunya berjualan di Blok II," ujar Yunita di area Parkir Pasar Senen Blok I dan II, Senin (4/4).

Tak banyak hal yang bisa diperbuat oleh Yunita dan pedagang lain kecuali berusaha untuk membela diri, meski pada akhirnya petugas gabungan berhasil merobohkan sejumlah lapak milik pedagang.

Terlebih lagi, sambung Yunita, mereka merasa terintimidasi oleh sejumlah oknum berpakaian preman yang mengancam para pedagang dengan menggunakan pisau.

"Saya pikir, bawa pisau untuk bongkar tenda. Gak taunya pas kami mencoba bertahan, mereka malah mengancam sambil menodongkan pisaunya ke arah kami," katanya.

Hal itu menyebabkan banyak pedagang yang kecewa terhadap sikap pengelola yang dinilainya kasar saat melakukan penggusuran.

Mereka mengklaim bahwa pengelola sengaja menyewa preman untuk menakut-nakuti pedagang.

"Mereka (preman) gak pakai seragam Satpol PP, Kepolisian atau TNI, baju biasa saja. Anehnya beberapa dari mereka banyak yang pakai topeng," ungkap Yunita.

Pembongkaran diceritakan Yunita berlangsung selama 2 kali. Saat pagi sekotar jam 07.00, petugas gabungan sempat menghentikan pembongkaran karena situasi tidak kondusif.

Kemudian, pedagang memutuskan untuk melakukan aksi unjuk rasa ke kantor PT Jaya Real Properti (JRP) di Bintaro, Tangerang Selatan pada jam 09.00.

Setelah banyak perwakilan pedagang yang berangkat ke gedung pengelola, petugas gabungan kembali melakukan pembongkaran kepada sejumlah lapak yang masih berdiri.

"Kami manusia loh, tolong lah hargai kami. Buat apa sewa-sewa preman buat bongkar tenda? Lagipula kami bayar sewa (ketika berdagang di Pasar Senen Blok I dan II), bukannya gratis. Jangan dipikir harga mendirikan tenda itu murah," katanya. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved