Pamdal Terima Uang Parkir, Kantor Wali Kota Jakarta Barat Menolak Disebut Pungli

Kantor Wali Kota Jakarta Barat terpaksa tak menindak aksi pungutan liar (pungli) di lahan parkirnya.

Pamdal Terima Uang Parkir, Kantor Wali Kota Jakarta Barat Menolak Disebut Pungli
Wartakotalive.con/Suprapto
Gedung Kantor Wali Kota Jakarta Barat 

WARTA KOTA, KEMBANGAN - Kantor Wali Kota Jakarta Barat terpaksa tak menindak aksi pungutan liar (pungli) di lahan parkirnya.

Sebab, pemberian uang parkir ke petugas pengamanan dalam (pamdal) sudah terlanjur jadi kebiasaan di sana.

Di Pemkot Jakbar, urusan parkir memang diserahkan ke Pamdal. Seluruh uangnya masuk ke kantong Pamdal yang berjumlah 100 orang. Uang itu dibagi ke seluruh Pamdal untuk makan sehari-hari.

Kepala Bagian Umum Pemkot Jakarta Barat, Ruswa Sudarisman, mengakui hal tersebut.

"Saya menolak kalau itu disebut Pungli," kata Ruswa ketika dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (31/3/2017) sore.

Sebab, hal itu sudah dikaji dan dirapatkan bersama dengan wali kota, para asisten, dan tim Saber Pungli.

Bahkan, Ruswa sudah mencoba menyetop kegiatan itu selama seminggu. Tapi justru sejumlah PNS yang memarkir motor ikut mengeluh.

"Jadi PNS ini sudah banyak juga yang bersahabat dengan Pamdal. Mereka memberi uang bukan atas paksaan. Tapi atas keinginan sendiri," ungkap Ruswa.

Saat sepekan petugas Pamdal dilarang meminta uang, banyak PNS yang memarkir motor justru memaksa petugas untuk tetap menerima uang itu.

"Bahkan ada yang sudah ditolak oleh Pamdal, tapi dipaksa juga. Sampai dilempar uangnya itu," ucap Ruswa.

Dari situlah pihaknya membebaskan Pamdal untuk tetap menerima uang-uang parkir itu.

"Makanya saya menolak kalau itu disebut Pungli. Sebab sudah dikaji bersama," jelas Ruswa. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved